Subscribe Us

Covid-19 dan Belajar di Rumah; Momentum Menggairahkan Semangat Membaca


Covid-19 dan Belajar di Rumah; Momentum Menggairahkan Semangat Membaca

Covid-19 dan Belajar di Rumah; Momentum Menggairahkan Semangat Membaca


DISKUSIKEHIDUPAN.comIqra, read, lesen, lire, letto, yomu, ilg-gi, chitat, diavazo, dalam bahasa Indonesia berarti bacalah. Kata perintah ini bukanlah sekedar kata biasa, melainkan Firman Allah SWT yang pertama kali diturunkan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Bacalah! Mengandung perintah yang menghendaki sebuah perubahan dari pasif menjadi aktif, dari diam menjadi bergerak, dari tidak bisa menjadi bisa, dan dar tidak tahu menjadi tahu. Perubahan ini menunjukkan telah terjadinya sebuah kemajuan dengan bukti bertambahnya ilmu dan keahlian.

Dengan demikian, siapa pun yang ingin ilmu dan keahliannya bertambah, berarti ia harus membaca. Apa yang harus ia baca? Segala sesuatu yang tertulis secara tekstual maupun nontekstual. Ini berarti menunjukkan sebuah usaha serius untuk menempatkan diri pada derajat tertentu agar sejajar dengan derajat para ulama dan cekdekiawan. Berarti dalam hal ini, kita harus meniru apa yang dilakukan oleh para mahaguru peradaban terdahulu.





Membangun kebiasaan membaca bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, tidak hanya cukup dengan membali buku dan membuat perpustakaan. Akan tetapi, bukan pula sebuah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan. Pada zaman informasi seperti yang tengah terjadi sekarang ini, menembukan sumber informasi bukahlah pekerjaan yang sulit. Namun ironisnya, minat baca masyarakat tetap saja rendah. Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya minat baca bukan hanya diakibatkan oleh ketiaadan sumber informasi semata, melainkan juga karena kondisi psikologis atau mentalitas seseorang.

Untuk itu, membangun kebiasaan membaca harus dimulai dari membangun kepribadian individu. Apabila ingin membangun masyarakat membaca, harus melakukan sebuah upaya massif dan simultan dalam membangun kepribadian atau budaya masyarakat menjadi masyarakat yang gemar membaca.





Wabah virus corona, yang popular dengan sebuat covid-19, telah memaksa banyak manusia untuk mengurangi bahkan menghentikan aktifitas di luar rumah dan pekerjaan. Intensitas di dalam rumah menjadi sangat tinggi, pun demikian dengan waktu bersama keluarga. Tentu kita harus fair, bahwa banyaknya waktu di rumah dan berkumpul bersama keluarga tidak selalu berbanding lurus dengan produktifitas, baik produktif dalam perspektif ekonomi maupun nonekonomi.

Mereka yang berstatus pekerja harian sebagai buruh misalnya, berdiam diri di rumah bisa menjadi persoalan bagi keluarga karena pendapatan harian untuk mencukupi kebutuhan keluarga nyaris hilang. Berbeda dengan mereka yang berstatus pegawai negeri misalnya, work from home yang menjadi alternatif akibat penutupan kantor, sama sekali tidak mengurangi pendapatan bulanan mereka, sehingga persoalan dapur sudah tidak masuk dalam daftar kekhawatiran.

Namun, terlepas dari semua persoalan yang rumit itu, terdapat hikmah yang niscaya kita berdayakan secara maksimal. Hikmah tersebut adalah banyaknya waktu yang kita miliki untuk membaca. Mari kita berkontemplasi sejenak, bahwa selama ini kemalasan membaca itu seringkali disebabkan oleh “kesibukan” kita, sehingga tidak lagi tersisa waktu dan tenaga untuk membaca.





Temuan dari berbagai riset yang menujukkan bahwa minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah, tentu tidak melulu disebabkan oleh karakter kemalasan membaca, namun yang sering dikambinghitamkan adalah tiada waktu yang cukup untuk membaca.

Maka, sebagian kita sekarang ini benar-benar tengah diuji. Apakah memang karena waktu dan tenaga, atau memang kita benar-benar malas membaca. Alasan ketiadaan sumber bacaan juga tidak lagi dapat digunakan di era modern ini. Jika dulu kita bisa beralasan bahwa koleksi pustaka di rumah sangat sedikit, maka kini telah terbantahkan dengan sajian koleksi pustaka online yang melimpah ruah.

Seraya kita melangitkan doa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, mari kita juga memupuk semangat kita untuk membaca di waktu-waktu yang kini banyak kita miliki. Semoga ikhtiyar kita memberdayakan waktu dengan membaca, bisa menjadikan kita tetap produktif di masa-masa yang sulit ini.



Post a comment

0 Comments