Subscribe Us

Belajar Dari Rumah Tidak Harus Selalu Online

Belajar Dari Rumah Tidak Harus Selalu Online

Belajar Dari Rumah Tidak Harus Selalu Online


DISKUSIKEHIDUPAN.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air, muncul gagasan agar sekolah, madrasah, dan kampus mengubah model pembelajarannya. Model yang disarankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang akhirnya juga ditempuh oleh Kementerian Agama dan oleh berbagi Pemerintah Daerah di berbagai tingkat, adalah model pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online.



Pemilihan model ini diyakini dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19, sekaligus “menyelamatkan” pada generasi penerus bangsa dan juga para insan pendidik. Berbagai diskursus tentang model pembelajaran daring itu sontak mengemuka secara massif. Pro dan kotra pun menghiasi linimasa berbagai media sosial dan media massa.

BACA JUGA : Belajar Daring Gratis, Siswa Bisa Nonton Tayangan Belajar dari Rumah di TVRI

Salah satu hal yang mengemuka adalah persoalan kesiapan para pendidik, siswa, bahkan mahasiswa terhadap teknologi untuk pembelajaran daring. Bukan hanya problem kepemilikan terhadap alat sebagai medianya, namun juga akses dan ketersediaan jaringan internet.



Diskusi dalam kasus ini kemudian menjadi seru. Kondisi masyarakat yang heterogen, menjadi salah satu isu yang seksi, utamanya heterogenitas di bidang ekonomi dan geografis. Bagi masyarakat yang beruntung memiliki kecukupan harta, memiliki perangkat teknologi yang canggih dan ketersediaan jaringan internet yang kuat tidak menjadi persoalan. Namun, hal ini justru menjadi “mimpi buruk” bagi masyarakat miskin.
Realitas lainnya adalah borosnya kebutuhan kuota internet para guru dan siswa. Terlebih, masih banyak yang memanfaatkan teknologi video teleconference untuk pembelajaran daring. Cara ini tentu menimbulkan biaya yang cukup besar. Terlebih, di saat ekonomi yang juga sulit ini.



Tentu, kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran daring tersebut tidak serta merta bermasalah karena dianggap tidak adil. Kedaruratan yang terjadi niscaya juga kita pahami. Tentu, dengan tidak meninggalkan upaya-upaya kongkrit untuk memperbaiki dan mengatasi berbagai persoalan yang ada, terutama persoalan keragaman kondisi di atas.

Sejatinya, kegiatan belajar dan mengajar dari rumah tidak berarti 100 persen harus dilakukan secara daring. Bencana nasional Covid-19 memang membuat Pemerintah mengeluarkan kebijakan murid belajar dari rumah dan guru mengajar dari rumah. 

BACA JUGA : Catat, Ini Daftar Layanan Internet Gratis Untuk Belajar Di Rumah

Realitas ini telah memaksa para guru dan peserta didik supaya bisa beradaptasi pembelajaran menggunakan sistem daring. Di satu sisi, harus kita pahami bahwa belajar dari rumah bukan berarti 100 persen diterapkan menggunakan sistem online. Pengumpulan tugas atau KBM bisa dilakukan dengan cara lain.



Diantara alternatifnya adalah menggunakan cara diantar, dijemput, atau dikirim langsung dengan tetap memenuhi protokol pencegahan Covid-19. Setiap daerah, dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada untuk teknis pelaksanaannya. Untuk sekolah-sekolah yang siswanya beralamat tidak jauh dari sekolah, model semacam ini mudah dilaksanakan. Apalagi untuk daerah-daerah di luar zona merah.

Kita harus memahami bahwa pilihan pembelajaran daring ini karena faktor kedaruratan. Dengan fakta ini kita niscaya memaklumi dan menyesuaikan. Para guru dan dosen dapat berkreasi model pembelajaran yang dipilih, tentu dengan melibatkan para siswa dan mahasiswa dalam memilih modelnya.



Pemilihan model pembelajaran yang menimbulkan “biaya” banyak, niscaya dikurangi bahkan dihindari. Pun demikian dengan pemberian tugas yang menggunung bagi anak didik juga harus diminimalkan. Tugas dalam pembelajaran sejatinya untuk mengasah kreatifitas dan kemandirian, bukan menimbulkan “siksaan.”

Pada saat yang sama, sistem pembelajaran daring juga membuat guru yang gagap teknologi terpaksa mencobanya dan mengeluarkan mereka dari zona nyaman. Tak haya itu, dengan sistem pembelajaran sistem daring maka bisa dipetakan jenis pembelajaran yang cocok atau tidak cocok, baik atau buruk.



Post a comment

0 Comments