Subscribe Us

Tantangan Orangtua di Zaman Kreatif, Catatan Bukik Setiawan

Tantangan Orangtua di Zaman Kreatif, Catatan Bukik Setiawan

Tantangan Orangtua di Zaman Kreatif, Catatan Bukik Setiawan

DISKUSIKEHIDUPAN.comBukik Setiawan adalah seorang penulis dan fasilitator lepas, pengembang aplikasi bakat anak Takita, pengelola portal bakat anak TemanTakita.com, dan manajer pengembangan Kampus Guru Cikal. Kegelisahannya terhadap dunia pendidikan mendorongnya menulis buku Anak Bukan Kertas Kosong yang memperkenalkan konsep pendidikan menumbuhkan dan siklus pengembangan bakat anak. Keinginan membantu orangtua dalam mengembangkan bakat anak berdasar pendidikan menumbuhkan mendorongnya berkolaborasi dengan Andrie Firdaus untuk menulis buku Bakat Bukan Takdir.

BACA JUGA : Teknik Bercerita Yang Mengesankan





Pada tulisan kali ini, penulis ingin sedikit berbagi salah satu tulisan mas Bukik dan mas Andrie dalam buku Bakat Bukan Takdir.. Tulisan tersebut berjudul Tantangan Zaman Kreatif. Berikut adalah tulisan tersebut.





*******************************
Anak hidup pada zamannya, zaman yang berbeda dengan orangtuanya. Anak menghadapi tantangan zamannya, tantangan yang berbeda dengan tantangan yang dihadapi orangtuanya. Laju perubahan pada masa lalu terasa berjalan lamban dibandingkan laju perubahan di masa kini dan mendatang.

Kepastian semakin lama semakin pudar, ketidakpastian semakin jelas. Warisan pengetahuan dari generasi tua tidak lagi relevan karena pengetahuan terus-menerus menjadi baru. Guru –yang dulu berdiri menjadi sumber pengetahuan tunggal- telah tergantikan dengan berbagai sumber pengetahuan di internet. Profesi lama menjadi semakin berkurang maknanya, profesi bar uterus lahir dan semakin beragam.

Menjadi pegawai yang dulu dipuja, semakin lama semakin kehilangan makna. Apa tantangan yang dihadapi anak kita di zaman kreatif? Apa bekal yang penting dibawa oleh anak kita untuk menghadapi tantangan tersebut?






  Tantangan di Zaman Kreatif  

Terbatasnya sumber daya alam

 Cadangan minyak bumi menipis. Kawasan hutan terus tergerus. Sumber air bersih semakin terbatas. Udara bersih tak lagi berlimpah. Bukan lagi harus efisien, tapi juga menjadi proses produksi yang lebih ramah alam.

Berlimpahnya pilihan

Pilihan makan dan minum semakin beragam. Memilih pakaian dan telepon genggam tak lagi mudah. Pada setiap kategori kebutuhan, ada begitu banyak pilihan. Tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan kita, tapi juga pilihan produk sesuai selera kita.

Lajunya perkembangan teknologi

Tak ada lagi debar menunggu surat cinta. Tak ada lagi cemas menanti wesel dari orangtua. Semua tersampaikan dalam sesaat melalui teknologi. Bahkan dengan aplikasi, sabun mandi pun diantar ke rumah kita dalam hitungan menit.





  Bekal Menghadapi Tantangan Zaman Kreatif  

Bukan lagi banyaknya pengetahuan, tapi kemampuan belajar

Pengetahuan lama berganti pengetahuan baru. Hanya dengan kemampuan belajar mendalam, anak bisa mengikuti dan memimpin perubahan tersebut.

Belajar bukan lagi mengunduh pengetahuan tatapi mengunggah karya

Belajar pada dasarnya mengunduh sekaligus mengunggah, tapi makna belajar terjadi ketika mengunggah.

Bukan lagi memilih satu profesi, tapi mengembangkan kekuatan diri

Profesi tidaklah abadi. Fokus pada pengembangan kekuatan diri. Pemanfaatan kekuatan diri bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

Bukan hanya kemampuan berproduksi, tapi kemampuan berkreasi

Ada banyak pilihan. Karena itu, penting untuk berkreasi, mencipta produk yang bermakna bagi penggunanya.

Bukan lagi memaksakan keseragaman, tapi hidup di tengah keseragaman.

Kehidpan semakin datar dan semakin terhubung. Semakin banyak dan sering keragaman yang akan dihadapi oleh anak-anak kita.

Bukan lagi kemampuan berkompetisi yang utama, tapi kemampuan berkolaborasi

Kompetisi menghasilkan pilihan terbatas sesuai kriteria kompetisi. Kolaborasi membuka beragam kemungkinan, beragam kreasi.

*******************************






BACA JUGA : Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua'

“Anak-anak di zaman kreatif memilih profesi bukan hanya untuk memperoleh penghasilan, tapi merasakan kepuasan dari gaya hidup sebuah profesi yang elegan.” Bukik Setiawan – Bakat Bukan Takdir.

Yang masih penarasan dengan Mas Bukik, silakan baca profil dan ide-ide cerdasnya di http://bukik.com



Post a comment

0 Comments