Subscribe Us

Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua'

Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua'

Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua'

DISKUSIKEHIDUPAN.com - Saya harus mohon izin dan berterima kasih terlebih dahulu kepada Abah Ihsan, yang telah menulis buku berjudul "Renungan Dahsyat untuk Orangtua". Buku itu telah menggerakkan hati jutaan orangtua untuk merubah paradigma pengasuhan anak. Buku setebal 148 halaman itu padat nan kaya dengan inspirasi pengasuhan anak. Sesuai dengan judul bukunya, Abah Ihsan mengajak setiap orangtua untuk berkontemplasi tentang eksistensi orangtua dan anak.

BACA JUGA : Mengenal Abah Ihsan, Motivator Parenting Kelas Dunia






Salah satu tulisan dalam buku tersebut diberi judul "Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua.'"Dalam catatan DISKUSIKEHIDUPAN.com kali ini, akan dikutip sebagian dari tulisan tersebut. Semoga Abah Ihsan berkenan memberikan izin, dan bagi para pembaca menjadi tertarik untuk membeli buku tersebut. Berikut tulisan tersebut :


Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua'

Ayah, Ibu .....
Pekerjaan apa pun,
menjadi karyawan atau pemilih perusahaan,
menjadi pegawai swasta atau negeri,
memiliki tantangannya sendiri.
Pun demikian dengan menjadi orangtua.
Sehebat apa pun ilmu mendidik anak,
setiap orangtua akan diuji oleh anak.






Tak satu pun orangtua di muka bumi ini yang tidak menghadapi tantangan dalam membersarkan anak.

Di situlah kita "hidup"dan bukan "mati."
dengan itulah kita dibuat menjadi "aktif" dan bukan "pasif."

BACA JUGA : Hindari Kata "Jangan" untuk Mencegah Suatu Perilaku Anak

Ayah, Ibu .....
Setiap momen hidup anak memberi tantangan tersendiri bagi kita sebagai orangtua.
Justru, dengan itulah, pikiran kita menjadi "hidup."






Ketika anak masih bayi, kita harus belajar mengganti popok malam-malam, cekatan menangani kolik yang dialami, siap menghadapi kerewelan, dan sejenisnya.
Ketika anak menginjak usia balita, kita harus belajar mengadapi tantrum, merayu anak yang susah makan, mengengahi ketika ada konflik kepemilikan, sampai menghadapi momen yang tidak mudah, seperti meninggalkan anak di ruang kelas TK.

BACA JUGA : Bukan Hanya Anak yang Harus Mendengarkan, Orangtua pun Harus Belajar Mendengarkan Anak

Ketika anak masuk usia sekolah, kita harus menyiapkan mereka untuk menghadapi belajar akademik pertamanya serta menggelorakan semangat belajarnya.
Ketika anak beranjak remaja, kita harus belajar menghadapi gejolak masa puber dan tantrum kedua mereka serta menangisi ke-aku-an mereka.

Akan tetapi, Ayah, Ibu.....
Inna ma'al usri yusro, fa inna ma'al 'usri yusro.
Sungguh, beserta kesulitan ada kemudahan,
Sungguh, beserta kesulitan itu ada kemudahan.






Jika orangtua mau menghadapi tantangan ini dengan perilaku yang lebih baik, maka akan datang kebahagiaan dan keindahan menjadi orangtua yang sebenarnya.

Menjadi orangtua saleh memang tidak mudah. Akan tetapi, ketidakmudahan itulah yang justru akan membuat kita menemukan kemudahan selanjutnya.

Menjadi orangtua yang hanya mengandung dan melahirkan anak memang jauh lebih mudah. 
Akan tetapi, ketahuilah bahwa di masa depan orangtua justru bakal banyak kesulitan.

Buktikan.


***
Tulisan di atas dikutip apa adanya dari buku karya Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari berjudul Renungan Dahsyat untuk Orangtua. Diterbitkan oleh Khazanah Intelektual, Bandung.



Post a comment

0 Comments