Subscribe Us

Masihkah Kita Akan Mencandai Corona?

Masihkah Kita Akan Mencandai Corona?

Masihkah Kita Akan Mencandai Corona?



DISKUSIKEHIDUPAN.com - Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara (sumber : https://www.alodokter.com/virus-corona).





Virus Corona telah menjadi kegemparan dunia, karena telah nyata merenggut ribuan nyawa di beberapa negara. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengonfirmasi dua kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia pada Senin (2/3/2020) kemarin. Mereka disebut sebagai warga Depok, Jawa Barat. Sampai dengan tulisan ini di posting, sudah ada 92.283 kasus yang terkonfirmasi, 3.129 meninggal, dan 48.175 yang dipulihkan (sumber : https://jeo.kompas.com/panduan-lengkap-menghadapi-wabah-virus-corona).

BACA JUGA : Susur Sungai Siswa SMPN 1 Turi, Antara Edukasi dan Tragedi

Sekelumit fakta di atas niscaya menjadi amunisi kontemplasi kita bersama. Mengapa demikian? Karena sejak kabar virus tersebut mewabah di Wuhan, banyak dari kita yang justru menjadikannya sebagai bahan candaan. Corona tetiba menjelma menjadi akronim yang sangat variatif. Bahkan, belakangan muncul lagu dangdut yang berjudul Corona, yang dianggap singkatan dari Comunitas Rondo Merana. Sekilat kemudian, virallah lagu itu, meskipun akhirnya sang penyanyi harus menanggung perundungan dari masyarakat.

Tak cukup sampai disitu, kadar kepercayaan diri masyarakat kita sepertinya memang sangat tinggi. Di tengah kepanikan dunia karena belum adanya obat untuk virus corona, banyak orang yang memberikan legitimasi atas kekebalan masyarakat Indonesia terhadap virus yang oleh WHO dideklarasikan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) itu.

BACA JUGA : Mendirikan Sekolah Inklusi Di Atas Pondasi Filosofi dan Nilai

Beredar banyak meme maupun pesan singkat di media sosial tentang kedigdayaan masyarakat Indonesia dalam menangkal virus Corona. Penulis menduga beberapa diantaranya hanya satire yang ditujukan untuk pihak tertentu yang dianggap bertanggung jawab. Namun, lebih banyak yang memang murni candaan.





Penulis berbaik sangka, bahwa berbagai varian candaan maupun satire itu mungkin ikhtiyar mengurangi kepanikan masyarakat. Seperti sebuah jargon “Waspada, harus. Panik, jangan.”

Bahkan, lebih dari itu, candaan itu semoga semakin meningkatkan syukur kita karena telah menjadi orang Indonesia. Dengan kekayaan potensi herbalnya, Nusantara ini telah menjadi konfigurasi alam yang menyumbangkan saham terbesar terhadap imunitas kita dari gempuran berbagai penyakit.

BACA JUGA : Apa yang dimaksud dengan rumah aman bagi anak usia dini?

Tentu, kita niscaya menjauhi keangkuhan-keangkuhan atas anugerah yang disematkan Allah SWT pada alam di sekitar kita. Karena apapun itu, juga perlu didukung dengan bukti-bukti saintifik agar kita tidak terjebur dalam kubangan mitos khasiat tumbuhan tertentu. Terlebih, jangan-jangan nyaris tidak adanya suspect virus corona di Indonesia bukan karena memang tidak ada, tapi karena kita belum mampu mendeteksinya secara akurat.





Serangan virus corona telah menjadi kegentingan dan kedaruratan internasional. Sudah sepatutnya kita berhenti mencandai virus corona. Apapun niatnya, kegentingan ini tidak layak kita candakan. Dunia lebih butuh empati untuk sesuatu yang sejatinya serius seperti virus Corona ini.

BACA JUGA : Hindari Kata "Jangan" untuk Mencegah Suatu Perilaku Anak





Sejenak, kita mungkin perlu mengandaikan, bagaimana jika kita, atau keluarga kita yang menjadi suspect corona COVID-19 itu. Pada saat yang sama, masihkah kita akan terus mencandainya?

Dalam konteks ini, mencandai virus corona tidak lagi menjadi ikhtiyar mengurangi kepanikan, tetapi telah menjelma menjadi keangguhan atas anugerah nikmat sehat yang hanya dititipkan oleh Allah SWT, yang seketika bisa saya Ia ambil. Candaan atas tragedi corona, adalah tarian di atas malapetaka.

Bersama, mari kita melangitkan doa, semoga kita semua, siapapun kita, di manapun kita, terhindar dari virus corona. Saudara-saudara kita yang telah terjangkit semoga diberi kesembuhan.




Post a comment

0 Comments