Subscribe Us

Fitrah Kemandirian Anak Dalam Masa Pertumbuhan


Fitrah Kemandirian Anak Dalam Masa Pertumbuhan

Setiap anak lahir dengan fitrah kemandirian. Kita perlu memiliki kesadaran penuh bahwa mereka butuh berlatih mandiri sesuai tapahan usianya. Seringkali, kita tidak sadar, bahwa kasih sayang dan keinginan instan kita ternyata menghambat mereka untuk tumbuh menjadi individu mandiri sejak dini.


DISKUSIKEHIDUPAN.com - Setiap bayi yang lahir dibekali dengan kemampuan untuk belajar. Tidak ada bayi yang diam saja dan tidak mengalami perubahan dalam dirinya. Pada usia 3 hingga 4 bulan, perkembangan otot bayi berlangsung sangat cepat. Saat sedang berbaring diperutnya, ia mulai bisa mengangkat kepalanya sendiri. Hal ini merupakan tanda bahwa kekuatan otot lehernya mulai meningkat. Setelah melewati fase ini, bayi akan belajar dengan sendirinya bagaimana menggunakan tangannya untuk mengangkat dadanya sedikit dari tempat berbaring.





BACA JUGA : SERI ANAK MANDIRI (#1) : Mendidik Anak Mandiri Sejak Dini Tanpa Tragedi

Setiap bayi yang lahir dibekali dengan rasa ingin tahu dan rasa penarasan untuk melihat dunia. Saat bayi berusia 4-6 bulan, otot-ototnya sudah semakin kuat, mampu mengangkat kepala dan berguling. Maka bayi ini akan terdorong untuk mulai belajar duduk. Ketika ibu mulai mengajari posisi duduk pada bayi, secara tidak langsung, hal ini akan membentuk pola pikir mandiri secara alami untuknya.

Bagaimana caranya ia berusaha mandiri untuk mengangkat otot-otot leher dan punggung untuk membentuk posisi duduk yang nyaman. Menginjak usia 7-8 bulan, ia sudah bisa duduk sendiri tanpa harus ditopang karena ototnya sudah semakin kuat. Bahkan, mungkin ia sudah bisa mengubah posisi dari berbaring pada perutnya, menjadi duduk tegak sendiri. Kedua tangannya bisa menahan bobot tubuhnya saat ia akan membentuk posisi duduk. Mengapa bayi memiliki refleks untuk mencoba sendiri agar bisa duduk? Inilah sebuah dorongan alamiah untuk menjadi manusia mandiri.





BACA JUGA : SERI ANAK MANDIRI (#2) : Menumbuhkan Kemandirian Anak Usia Di Bawah 2 Tahun

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan orangtua adalah meletakkan bayi mereka dalam posisi pasif yang belum mereka siapkan, seperti duduk, merangkak atau berdiri.

Ketika orangtua terburu-buru mengajarkan anak duduk, merangkak atau berdiri, kita secara tidak sadar bisa menyabotase tonggak perkembangan kecilnya karena ia tidak diberi kesempatan untuk membangun otot yang diperlukan untuk merangkak, berjalan, dan berlari.

BACA JUGA : SERI ANAK MANDIRI (#3) : Melatih Kemandirian Anak Usia 2-6 Tahun

Mengapa kita terburu-buru, padahal secara alamiah bayi-bayi ini akan terdorong untuk mandiri dalam menggerakkan tubuhnya. Saran utama di masa ini adalah memberikan banyak waktu di lantai, agar tumbuh keinginan pribadinya untuk bergerak secara mandiri. Memberikan kesempatan pada bayi berarti memberinya kebebasan untuk belajar mengangkat kepala, membalikkan tubuh, menggelinding, dan berkoordinasi sampai ia siap untuk duduk sendiri.





Tiap bayi yang lahir adalah penjelajah yang sangat serius. Lihatlah saat ini ia mulai bisa merangkak, maka akan kita dapati dia menjelajah seluruh penjuru rumah, terkadang kita menemukannya di bawah kolong tempat tidur atau bahkan sampai di sudut-sudut rumah yang tak terduga. Ketika bayi mulai merangkak, ia sedang melalui sebuah tahapan perkembangan paling menantang dan emosional. Karena, saat bayi mulai bisa bergerak dengan usahanya sendiri, ia akan mulai menjauh dari kita untuk mengeksplorasi ruang geraknya. Maka inilah bukti bahwa setiap bayi memiliki dorongan alamiahuntuk menjadi manusia mandiri.

BACA JUGA : SERI ANAK MANDIRI (#4) : Membina Kemandirian Anak Usia 6 s.d 12 Tahun

Kadang kita tidak sadar, dan mulai menggunakan alat bantu jalan untuk membantunya memahami caranya berjalan. Bisa jadi, saat kita mulai memberikan alat bantu maka itu menjadi sebuah tindakan mematikan secara perlahan dorongan alamiahnya untuk menjadi manusia mandiri. Ternyata, dunia medis membuktikan bahwa memberikan alat bantu adalah tindakan yang sangat berbahaya, karena ternyata peralatan tersebut dapat memperlambat kemampuan menyeimbangkan dan berjalan kaki. Ini juga dapat menyebabkan pola berjalan abnormal yang sulit dikoreksi nantinya. Perlakuan yang sebaiknya dilakukan adalah memberikan banyak dukungan yang stabil di sekitar rumah untuk membantu bayi belajar menarik posisi berdiri.





Terkadang, karena rasa sayang bercampur rasa tidak tega, ditambah ketakutan bayi kita akan celaka, para ibu meletakkan bayi di atas kasur untuk berlatih merangkak dan berjalan. Padahal, ketika kita takut mengambil resiko, bayi kita menjadi ikut takut mencoba. Ketika kita menyiapkan pengamanan berlebihan, bayi kta malah tidak bersemangat belajar. Ahli tumbuh kembang menyatakan bahwa permukaan yang lembut dan mudah berubah-ubah seperti kasur akan menahan gerakan alamiahnya berkembang karena bayi tidak bisa mendapatkan pegangan yang kuat untuk bergerak dan mengeksplorasi.

Saat bayi berusia sekitar 9 sampai 10 bulan, ia akan mulai berjalan sedikit demi sedikit atau berjalan miring dengan berpegangan pada perabotan sekitar rumah saja.





Padahal, yang sebaiknya dilakukan adalah menghilangkan ketakutan dan kecemasan dengan membangun keyakinan bahwa setiap bayi adalah tangguh dan punya keinginan menjadi mandiri yang sangat kuat. Ketika kita semakin banyak memberikan bantuan, biasanya pertumbuhan kemampuan secara alami malah semakin lama terbentuk.

BACA JUGA : Sebuah Pekerjaan Bernama 'Menjadi Orangtua'

Setiap bayi memiliki fitrah kemandirian. Kita punya pilihan untuk menumbuhkan fitrah itu dengan memberikan kesempatan untuk bereksplorasi menjadi mandiri. Kita juga bisa memilih untuk mematikan fitrah ini dengan membatasi eksplorasinya, mengintervensi pertumbuhan alamiahnya, memberikan alat bantu untuk mempercepat tumbuh kembangnya. Dan kita akan menuai jenis karakter kemandirian anak yang berbeda ketika bayi-bayi ini menjadi besar nantinya.

Sumber : Ani Christina, "Tuntas Kemandirian, Investasi Sampai Akhirat", Sidoarjo: Filla Press.



Post a comment

0 Comments