Subscribe Us

COVID-19, Dari Candaan, Isu Konspirasi, Hingga Kepanikan Kita

COVID-19, Dari Candaan, Isu Konspirasi, Hingga Kepanikan Kita

COVID-19, Dari Candaan, Isu Konspirasi, Hingga Kepanikan Kita

DISKUSIKEHIDUPAN.com – Sejenak mari kita bersama-sama melangitkan doa, semoga Covid-19 yang telah mewabah di berbagai negara terutama di Indonesia, segera “minggat”, saudara-saudara kita yang telah positif terinfeksi semoga lekas sembuh, dan kita semua tetap diberikan nikmat sehat oleh Allah SWT dan senantiasa bersyukur serta berikhtiyar sekuat tenaga agar dihindarkan dari infeksi Covid-19.

BACA JUGA : Masihkah Kita Akan Mencandai Corona?

Sekedar informasi, Covid-19 adalah infeksi dari Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona. Ia adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara di belahan dunia, dan kini telah sampai di Indonesia.





Kegentingan dunia itu ternyata tidak serta merta menjadi kegaduhan di Indonesia. Netizen +62 justru menjadikannya sebagai bahan candaan. Penulis pernah mengulasnya dalam tulisan sebelumnya. Jika belum baca, silakan baca disini.

Berbagai candaan itu bisa jadi merupakan terapi antipanik. Namun dalam konteks ini, mencandai virus corona tidak lagi menjadi ikhtiyar mengurangi kepanikan, tetapi telah menjelma menjadi keangguhan atas anugerah nikmat sehat yang hanya dititipkan oleh Allah SWT, yang seketika bisa saja Ia ambil. Candaan atas tragedi Covid-19, adalah tarian di atas malapetaka.

BACA JUGA : Susur Sungai Siswa SMPN 1 Turi, Antara Edukasi dan Tragedi

Di sisi lain, muncul isu bahwa Covid-19 adalah konspirasi global. Banyak dugaan, asumsi, hipotesis, bahkan bisa jadi hanya fitnah yang telah liar beredar di dunia maya. Ada pihak yang melihatnya dari isu agama, yang menganggap Covid-19 adalah wujud dari kemurkaan Allah SWT atas kemaksiatan manusia. Mereka yang melihatnya dalam perspektif politik, menganggap bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja “memainkan” virus itu untuk menjatuhkan karir politik seseorang.





Ada pula yang lebih dramatis, bahwa virus itu sengaja dibuat untuk memusnahkan sebagian populasi manusia. Ujungnya adalah menyisakan kelompok tertentu yang berniat menguasai dunia. Yang terakhiri ini malah seperti di film-film yang bercerita tentang wabah, seperti The Flu (2013); The Last Days (2013); Deranged (2012); Carriers (2009); Contagion (2011); dan lain-lainnya.

Entahlah, penulis tidak mempunyai “kesaktian” untuk menguji kebenaran setiap isu yang telah terlontar bebas itu. Kita perlu fokus pada Covid-19 yang telah merebak di Indonesia. Fokus pada menjaga keluarga kita, saudara-saudara kita, tetangga, teman, dan siapapun juga dari gempuran virus jahat ini.

Berbagai langkah preventif dan kuratif telah kita tempuh, mulai dari menjaga kesehatan hingga menunda berbagai kegiatan bahkan meliburkan sekolah dan kuliah. Beberapa perguruan tinggi membuat kebijakan mengubah perkulihan tatap muka menjadi perkuliahan daring/online. Tentu, semua ini bukan karena kepanikan kita, tetapi lebih karena respon manusiawi kita terhadap situasi yang ada dengan berprinsip bahwa menghindari suatu yang berbahaya jauh lebih baik dari pada mengambil sesuatu yang baik.

Sekali lagi, mari bersama kita berdoa, semoga kita semua diberi keselamatan dari cobaan ini dan dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang ada.


Post a comment

0 Comments