Subscribe Us

Belajar di Rumah, WFH, dan Momentum Kebersamaan

 
Belajar di Rumah, WFH, dan Momentum Kebersamaan

Belajar di Rumah, WFH, dan Momentum Kebersamaan


DISKUSIKEHIDUPAN.com – Pandemi Covid-19 yang telah melanda berbagai Negara di belahan dunia, telah memaksa memukul mundur secara gradual maupun radikal beragam aktivitas fisik manusia. Social distancing, yang kemudian berubah nomenklatur menjadi physically distancing, menjadi pilihan beberapa daerah untuk pencegahan dan menghentikan infeksi. Bahkan, beberapa daerah dan Negara telah menerapkan lockdown karena infeksi covid-19 sudah menggila.





Wabah ini, mungkin telah sukses menghentikan sementara aktifitas fisik di luar rumah sebagian manusia, namun tidak dengan pendidikan. Sekolah dan kampus memang telah ditutup sebagai ikhtiyar menghentikan laju infeksi covid-19, namun pembelajaran masih bisa terus dilaksanakan secara kreatif. Lalu, muncullah gagasan untuk melakukan pembelajaran dalam jaringan yang akrab disebut daring atau online.

BACA JUGA : Tantangan Orangtua di Zaman Kreatif, Catatan Bukik Setiawan

Melalui pembelajaran daring ini, anak-anak belajar di rumah yang akhirnya niscaya ditemani oleh keluarga, terutama orangtua. Selain karena memang sama-sama menjadi penghuni rumah, tidak semua anak familiar dengan teknologi yang digunakan untuk pembelajaran daring, sehingga banyak yang memanfaatkan media atau sarana yang dimiliki orang tua, terutama smartphone dan laptop sebagai media pembelajaran daring anak-anak.



Terlepas dari beragam kondisi keluarga yang ada, terkait dengan akses para orangtua dan anak terhadap teknologi pendukung pembelajaran daring, pada satu sisi momentum ini menjadi ajang uji ketangguhan orangtua dalam mendidik anak. Anak-anak yang selama berhari-hari di rumah saja itu, tidak sedang menjalani masa indah liburan, tetapi mereka sedang aktif belajar. Orangtua niscaya menambah peran kesehariannya dengan menjadi guru di rumah yang juga menjadi kelas itu. Para orangtua tetiba dipaksa untuk selalu bersama dengan anak-anak mereka, seiring dengan kebijakan berbagai instansi tentang work from home (WFH).






BACA JUGA : Teknik Bercerita Yang Mengesankan

Tentu, tidak semua orangtua dapat WFH. Indonesia ini kaya akan profesi dan pekerjaan rakyatnya. Banyak para buruh harian, kuli-kuli bangunan, tukang kayu, pedagang asongan, dan lainnya yang tidak mungkin WFH. Pemasukan keuangan mereka didapatkan dari kerja setiap hari, yang artinya jika tidak bekerja satu hari, hilanglah pemasukan pada hari itu.

Oleh karena itu, bagi para orangtua yang beruntung dapat memiliki banyak waktu dengan anak-anak di rumah untuk mendampingi mereka belajar, manfaatkan sebaik mungkin momentum ini! Orangtua akan tahu apa kecerdasan anaknya, bagaimana gaya belajar yang disukainya, kapan anak-anak membutuhkan pendampingan, dan lain sebagainya.

BACA JUGA : Melatih Kemandirian Anak di Usia Baligh
Teriring doa semoga pandemi covid-19 segera berakhir, mari kita mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi sekarang ini. Mari saling jaga dan saling bantu, bersama kita lawan covid-19.



Post a comment

0 Comments