Subscribe Us

Viral Yang Menggerakkan, Belajar dari Kasus Perundungan Siswi di SMP Purworejo

DISKUSIKEHIDUPAN.com - Kasus perundungan terhadap siswi disabilitas oleh tiga siswa di sebuah SMP di Purworejo niscaya menjadi perhatian serius semua pihak. Bukan hanya pihak sekolah (kepala sekolah, guru, dan tendik), namun juga kita seluruh masyarakat, terutama pemegang kebijakan di negeri ini.



BACA JUGA : Yuk Pahami Pendidikan Segregasi, Terpadu, dan Inklusi

Patut kita sadari bahwa teknologi informasi telah membantu membongkar kasus itu, yang bahkan menurut kepala sekolah sejatinya sudah terjadi sejak lama. Namun demikian, harus kita sadari juga bahwa teknologi informasi pula yang telah membentuk karakter dan perilaku masyarakat, dan boleh jadi tindakan perundungan itu pun karena “kontaminasi” dari tayangan yang diakses oleh para pelaku.



Penulis mengandaikan, jika saja tidak ada siswa lain yang merekam peristiwa itu lalu menyebarkannya, boleh jadi hingga kini perundungan itu akan masih terus terjadi tanpa kita ketahui. Kasus itu masih akan terus tersembunyi dibalik dinding sekolah, dan tersimpan di hati korban.


BACA JUGA : Anak Berkebutuhan Khusus, Yuk Kenali dan Sapa Mereka

Viral, kembali menjadi jurus yang selalu ampuh untuk “menggerakkan.” Ia menjelma menjadi semacam sanksi sosial nonlitigasi peradilan. Masyarakat pun akhirnya menjadi algojo, dengan segala piranti kuota data kecanggihan gawai. Kita tengah memasuki era yang oleh Rhenald Kasali disebut dengan era mobilisasi dan orkestrasi. Satu peristiwa yang dipercikkan di media sosial, akan cepat meledak dengan spektrum yang luas.

Kita kembali pada kasus perundungan, kini, tiga pelaku perundungan itu telah ditetapkan sebagai tersangka, meskipun tidak ditahan karena masih di bawah umur. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bahkan berencana untuk menutup sekolah tempat terjadinya perundungan dan melebur sekolah berkapasitas kecil itu dengan sekolah lain di sekitarnya.



Aksi perundungan tersebut diketahui usai videonya diunggah ke media sosial pada Rabu malam (12/2/2020). Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, tampak tiga orang siswa laki-laki merundung seorang siswi perempuan. Mereka menendang dan bahkan memukul si korbannya dengan gagang sapu. Korban yang tampak tidak berdaya hanya menundukkan kepala di mejanya sambil menangis.

Sebagai tindakan kuratif, siswa pelaku maupun korban perundungan perlu diberi konseling dari guru maupun psikolog. Bagi para pelaku, pembinaan mental diperlukan agar tidak mengulangi perbuatan itu. Demikian pula bagi korban, kasus yang menimpanya telah viral, yang sangat mungkin besar ataupun sedikit akan mengganggu psikisnya.


Post a comment

0 Comments