Subscribe Us

Prinsip Pengasuhan Anak Ala Najelaa Shihab

Prinsip Pengasuhan Anak Ala Najelaa Shihab

DISKUSIKEHIDUPAN.com – Nama Najelaa Shihab sering menjadi salah satu sosok inspiratif yang dirujuk pemikirannya. Perempuan yang akrab dipanggil Ela ini memang memiliki kontribusi besar dalam gerakan progresifitas pendidikan di Indonesia.

BACA JUGA : Profil Najelaa Shihab, Sang Penggerak Pendidikan

Dalam bukunya yang berjudul “Keluarga Kita; Mencintai dengan Lebih Baik”, putri sulung Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A itu membagikan gagasannya seputar prinsip pengasuhan. Menurut Ela, terdapat lima prinsip pengasuhan yang dapat diterapkan di setiap kesempatan. Berikut deskripsi lima prinsip pengasuhan anak ala Najelaa Shihab  yang penulis kutip dari buku tersebut.




PARENTING IS A MARATHON, AIM FOR THE FUTURE
Keluarga kita mencintai dengan cari cara sepanjang masa

Pengasuhan adalah perjalanan dengan tujuan jangka panjang. Keluarga kita mencitai dengan CARI CARA sepanjang masa. Tetapi, godaan jalan pintas hari ini, misalnya agar anak makan walau dengan isak dan paksa, sering membuat kita tidak konsisten, lupa bahwa pada 20 tahun mendatang anak perlu mandiri untuk hidup sehat.

BACA JUGA : Pendidikan Politik untuk Anak Sekolah, Pentingkah?

Anak butuh proses serta struktur berbeda di setiap tahap perkembangan, strategi orangjuta juga perlu tumbuh seiring anak balita jadi remaja dan dewasa.

EXPECTING THE BEST OF THEM, TAKE A LEAP OF FAITH
Keluarga kita mencintai dengan ingat impian tinggi

Memiliki pandangan positif saat mencoba memahami perilaku dan membagi aspirasi pada seluruh keluarga. keluarga kita mencitai dengan INGAT IMPIAN TINGGI yang dimiliki bersama.

BACA JUGA : Viral Yang Menggerakkan, Belajar dari Kasus Perundungan Siswi di SMP Purworejo

Sayangnya, sebagian kita hanya sibuk dengan ekspektasi pribadi; rentan syarat, ambisi, dan tuntutan yang ingin kita dapat. Berbeda dengan orang lain yang menuntut bukti sebelum janji, orangtua perlu percaya anaknya mampu, bahkan sebelum anak membuktikan pada dirinya dan dunia bahwa ia bisa berhasil.

LOVING THE WORST OF THEM, UNCONDITIONALLY
Keluarga kita mencintai dengan menerima tanpa drama

Tetap tulis di saat anggota keluarga menghadapi tantangan dan mengalami tekanan emosi. Keluarga kita mencintai dengan MENERIMA TANPA DRAMA.

Bahagia seharusnya tidak hanya dirasa saat anak memenuhi syarat dan mendapat piala. Saat anak kalah dan salah, justru orangtua harus dapat menahan cela dan mengendalikan amarah. Kadang, anak penuh drama, sangat wajar karena ia dalam proses belajar mengendalikan emosinya, orang dewasa disekelilingnya perlu menunjukkan kematangan emosi tanpa drama.

BACA JUGA : 17 Fakta Bayi Kembar Yang Unik dan Bikin Heboh

Dukungan tanpa syarat dari lingkungan terdekat akan menjadi modal anak dalam berbuat baik untuk orang banyak.



PARENTING IS FOR GROWING, MISTAKES ARE FOR LEARNING
Keluarga kita mencintai dengan tidak takut salah

Menjadi orang tua butuh terus belajar karena tidak ada keluarga yang sempurna. Keluarga kita mencintai TIDAK TAKUT SALAH.

Kesempatan kedua tidak pernah sia-sia, semua berefleksi dan beradaptasi, bahkan sejak anak-anak. Semua ikut bertanggung jawab, semua perlu berdaya untuk berubah karena siklus pengasuhan diwariskan melintasi generasi.

PARENTING IS FUN, PLAYS ARE POWERFUL MOMENTS
Keluarga kita mencintai dengan asyik main bersama

Keluarga kita mencintai dengan ASYIK MAIN BERSAMA. Interaksi hangat dan humor menjadi candu bila dilakukan bersungguh-sungguh. Setiap hubungan bukan hanya butuh kedekatan dan keintiman, namun juga butuh keseruan.

BACA JUGA : 2 Terapi Untuk Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Kehadiran dan keterlibatan keluarga seharusnya jadi pengalaman yang bermakna untuk semua. Mengarahkan keseimbangan aktivitas yang menyenangkan untuk anak menjadi kunci menumbuhkan bakat dan minat yang beragam.

Anak tidak bisa "memilih" orangtua, orangtua puh tidak bisa "memilih" anak. Tetapi, setiap keluarga sejatinya dapat memilih untuk MENCINTAI LEBIH BAIK, setiap hari.



Post a comment

0 Comments