Subscribe Us

Pendaftaran KIP-Kuliah Dimulai Awal Maret 2020

DISKUSIKEHIDUPAN.com – Kegaduhan yang melanda masyarakat terkait dengan kurangnya informasi tentang implementasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah akhirnya direspon oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan dikeluarkannya Siaran Pers nomor 25/Sipres/A6/II/2020 tertanggal 18 Febuari 2020.

Dalam siaran pers tersebut, Kemendikbud kembali menyampaikan komitmennya bahwa KIP Kuliah yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo merupakan bukti kehadiran negara untuk membantu warganya memperoleh hak pendidikan hingga bangku kuliah. Negara hadir untuk mendukung generasi muda calon pemimpin masa depan, yang berpotensi tetapi membutuhkan dukungan finansial agar dapat memiliki akses yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

BACA JUGA : Dana BOS Naik 6,35%, SD-SMA Naik Rp 800 Ribu Per Anak, SMK Tetap






Melalui Kemendikbud, Pemerintah menargetkan 818.000 mahasiswa untuk menerima KIP Kuliah pada tahun 2020. KUI Kuliah dikelompokkan menjadi KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi yang mencakup dukungan bagi penyandang disabilitas, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk Orang Asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, wilayah 3T (terdepan, terluar, atau tertinggal), serta wilayah yang terkena dampak bencana alam atau konflik sosial.

Jumlah 818.000 mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa Bidikmisi on-going tahun 2016-2019 sebanyak 418.000 mahasiswa dan KIP Kuliah untuk calon mahasiswa baru sebanyak 400.000 mahasiswa.

BACA JUGA : Mumpung Website KIP Kuliah Maintenance, Ini yang Perlu Dipersiapkan

Kemendikbud menjamin keberlangsungan studi mahasiswa penerima Bidikmisi dan Afirmasi saat ini (ongoing) untuk terus menerus mendapatkan bantuan pendidikan sampai dengan masa studi selesai. Tidak ada perubahan apapun terhadap program bantuan pendidikan yang sedang diterima. Sesuai rencana, dana Bidikmisi semester genap akan dicairkan pada awal Maret 2020.






Bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan lulus SMA, SMK, MA/sederajat pada tahun2018-2020, dipersilakan mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah mulai awal Maret 2020. Pendaftaran dilakukan secara online pada laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id./

BACA JUGA : Kampus Merdeka, Babak Lanjutan dari Merdeka Belajar

Data yang diperlukan untuk pendaftaran KIP Kuliah sama dengan persyaratan mendapatkan Bidikmisi, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan alamat e-mail. Setelah diverifikasi oleh sistem, calon akan menerima nomor pendaftaran dan kode akses untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dalam hal calon mahasiswa berasal dari keluarga tidak mampu namun belum memiliki KIP atau orang tua/wali mahasiswa belum terdaftar sebagai penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masih mungkin menerima KIP Kuliah selama lolos seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi terkait.






BACA JUGA : Merdeka Belajar Ala Nadiem Makarim dan Penantian Bentuk Pendidikan Indonesia

Calon mahasiswa yang tidak membutuhkan KIP Kuliah dan ingin mendaftar seleksi masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) dapat melakukan pendaftaran hingga 27 Februari 2020. Namun, khusus bagi calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan KIP Kuliah dan ingin mendaftar seleksi masuk PTN melalui jalur SNMPTN, maka dipersilakan mendaftar ke laman KIP Kuliah terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor pendaftaran dan kode akses. Pendaftaran dilakukan pada wal bulan Maret 2020 hingga 31 Maret 2020.

Terakhir, Kemendikbud dalam siaran persnya tersebut berharap calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan KIP Kuliah agar tetap tenang dan memantau perkembangan di kanal Kemendikbud. Informasi lebih lengkap terkait KIP Kuliah akan diumumkan pada awal Maret 2020.



Post a comment

0 Comments