Subscribe Us

BPS Akan Rekrut 390 Ribu Petugas untuk Sensus Penduduk 2020



DISKUSIKEHIDUPAN.com – Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) masih menjadi referensi utama bagi pemerintah dan berbagai stakeholders dalam mengambil keputusan strategis. BPS masih dianggap sebagai institusi paling kredibel dalam pemerolehan data dan informasi. Keandalan dan kesahihan data yang disajikan juga masih terbaik.

Sebagai informasi bahwa BPS adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Sebelumnya, BPS merupakan Biro Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 tentang Statistik. Sebagai pengganti kedua UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik.




BACA JUGA : 15 Tahun Pascagempa dan Tsunami Aceh, Melihat Kembali Data Sejarah Untuk Pendidikan Anak Tentang Kekuasaan Allah SWT

BPS memiliki beberapa tugas, diantaranya adalah :

  • Menyediakan kebutuhan data bagi pemerintah dan masyarakat. Data ini didapatkan dari sensus atau survey yang dilakukan sendiri dan juga dari departemen atau lembaga pemerintahan lainnya sebagai data sekunder
  • Membantu kegiatan statistik di kementrian, lembaga pemerintah atau institusi lainnya, dalam membangun sistem perstatistikan nasional.
  • Mengembangkan dan mempromosikan standar teknik dan metodologi statistik, dan menyediakan pelayanan pada bidang pendidikan dan pelatihan statistik.
  • Membangun kerjasama dengan institusi internasional dan negara lain untuk kepentingan perkembangan statistik Indonesia.




Dengan menggelorakan #MENCATATINDONESIA, BPS sudah memulai sensus penduduk 2020 secara daring pada 15 Februari-31 Maret 2020. Penduduk dapat mengakses web sensus.bps.go.id menggunakan perangkat yang terhubung dengan internet. Pada sensus kali ini, BPS menggunakan metode kombinasi (combine method) yang menggunakan data administrasi pendudukan dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis data dasar, serta metode wawancara.

Bagi penduduk yang belum mengikuti Sensus Penduduk Online, mereka akan didatangi Petugas sensus untuk melakukan Sensus Penduduk Wawancara dengan menggunakan hp/tablet atau kuesioner kertas selama bulan Juli 2020. 




BAGA JUGA : Mewujudkan Indonesia Unggul Melalui Generasi Sehat

Untuk mensukseskan hajat besar itu, BPS rencana akan merekrut 390 ribu orang petugas di seluruh Indonesia pada awal April mendatang untuk melakukan wawancara kepada para penduduk di seluruh penjuru negeri. Kebutuhan ratusan ribu tenaga lepas itu guna menyukseskan Sensus Penduduk Tahun 2020 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh daerah. Pendaftaran akan dimulai bulan April 2020.

Salah satu syarat pendaftaran petugas Sensus Penduduk 2020 yakni memiliki kualifikasi pendidikan minimal SMA atau sederajat. Syarat lainnya, petugas sensus juga harus berdomisili sesuai dengan daerah tempat sensus dilaksanakan. Nantinya, pelamar yang lolos dan ditetapkan sebagai petugas Sensus Penduduk 2020 akan menerima pelatihan singkat, khususnya terkait pengisian kuesioner dan pengetahuan dasar tentang data-data penduduk. 

BACA JUGA : Darurat Narkoba Para Artis dan Penggemarnya

Data penduduk yang dihasilkan melalui Sensus Penduduk 2020 merupakan data dasar yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya. 

BPS memprediksi jumlah penduduk Indonesia akan mencapai Rp 319 juta jiwa di tahun 2045 mendatang. Artinya, jumlah penduduk Indonesia meningkat sebesar 45 juta jiwa dibandingkan total keseluruhan penduduk saat ini yaitu 267 juta jiwa. Pemerintah harus mulai mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk di masa depan. 



Post a comment

0 Comments