Subscribe Us

Apa yang dimaksud dengan rumah aman bagi anak usia dini?

Apa yang dimaksud dengan rumah aman bagi anak usia dini?

DISKUSIKEHIDUPAN.com – Jika kita menelusuri arti term “rumah aman bagi anak” di internet maupun di berbagai literatur cetak, kita akan menemukan banyak ulasan rumah aman dalam perspektif kontruksi dan desain rumah secara fisik. Belum banyak ulasan tentang “rumah aman bagi anak” dalam perspektif edukasi, psikis, karakter, dan mental anak.

Agar diskusi kita lebih komprehensif, pada tulisan ini akan kita bahas definisi rumah aman bagi anak usia dini dalam multiperspektif. Kita akan memulai diskusi kita dengan membahas rumah aman bagi anak dalam perspekif kontruksi dan desain rumah.

BACA JUGA : Viral Yang Menggerakkan, Belajar dari Kasus Perundungan Siswi di SMP Purworejo




Sudah menjadi kewajiban setiap orangtua untuk mewujudkan rumah aman untuk anak. Seringkali insiden kecelakaan dan penyakit yang mendera anak di rumah berasal berasal dari berbagai barang/benda yang di sekitarnya. Barang-barang yang ada di rumah seperti hiasan, peralatan dapur, jendela, mainan, tangga, hingga produk berbahan kimia, patut diwaspadai. Tangga dan dapur bahkan telah divonis sebagai tempat dengan intensitas kecelakaan anak paling tinggi.




Orangtua niscaya mengetahui jenis cedera serta cara mencegah terjadinya kecelakaan di rumah, demi menciptakan rumah yang aman untuk anak. Risiko cedera pada anak mungkin terjadi akibat terburu-buru, terlalu bersemangat saat bermain, hingga pikiran yang tidak fokus. Namun ada langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai langkah menciptakan rumah aman untuk anak, sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan.

BACA JUGA : Waspadalah Jika Anak Terlambat Bicara

Beberapa jenis-jenis cedera yang mungkin terjadi pada anak saat di rumah diantaranya adalah: jatuh, tersedak dan tercekik, terbakar atau luka akibat benda panas, keracunan, luka karena benda tajam, terjepit, terbentur, dan tenggelam.

Jatuh adalah cedera yang paling umum dialami oleh anak-anak di rumah. Kita dapat mengatur hal-hal tertentu untuk menciptakan rumah aman untuk anak, misalnya dengan cara jika anak masih sangat kecil, ada baiknya menggunakan tempat tidur dengan pagar pengaman, untuk mencegah anak terjatuh dari tempat tidur. Jika rumah bertingkat, hindari menempatkan kursi atau apa pun yang dapat dipanjat berdekatan dengan jendela, begitu juga dengan balkon. 

Pastikan juga pintu menuju balkon selalu terkunci, dan pastikan terdapat pegangan serta pencahayaan di sepanjang anak tangga dan tidak ada barang pada anak tangga yang dapat membuatnya terpeleset. Lapisi area main anak dengan alas karet di dalam rumah atau pasir jika di luar rumah. Sesuaikan permainan anak dengan usianya, terutama jika melibatkan aktivitas memanjat.

BACA JUGA : SERI ANAK MANDIRI (#1) : Mendidik Anak Mandiri Sejak Dini Tanpa Tragedi




Balita dan anak-anak suka memasukkan benda apapun ke mulut. Tidak terkecuali benda kecil yang dapat membuat mereka tersedak, seperti kelereng, kancing, atau permen. Untuk mengantisipasi kecelakaan semacam ini, minimalkan pakaian atau mainan berkancing dan bertali pada anak. Jika terdapat kancing, pastikan benda tersebut berada pada posisi kokoh, tidak mudah lepas atau berisiko tertelan olehnya.

Anak yang belum memahami konsekuensi bisa menganggap api, listrik, atau benda panas sebagai mainan. Untuk menciptakan rumah aman untuk anak, dampingi anak terutama ketika mereka berada di sekitar benda-benda berbahaya ini. 

Pada umumnya keracunan pada anak melibatkan makanan, produk rumah tangga, obat-obatan, dan kosmetika. Pada anak-anak, racun mudah tertelan karena kebiasaan memasukkan berbagai benda ke dalam mulut. Kita dapat mencoba melakukan tindakan pencegahan seperti menyimpan  semua produk berbahan kimia mulai dari obat-obatan, rokok, cairan pembersih lantai, hingga kosmetik di dalam tempat yang dikunci.

BAGA JUGA : Memahami Multiple Intelligences Research (MIR) Ala Munif Chatib #2

Luka akibat benda tajam seperti pecahan kaca dapat terjadi kapan saja di rumah. Kecelakaan ini dapat terjadi saat anak bermain, terbentur, atau menjatuhkan barang. Untuk meminimalisir resiko anak cidera karena benda-benda tersebut, lapisilah kaca pada jendela, pintu, atau meja dengan lapisan film tahan pecah, dan hindari memberikan benda yang terbuat dari kaca, misalnya gelas beling, kepada balita.

Balita dapat tenggelam di dalam bak mandi atau kolam air dengan tinggi terbatas sekalipun. Selalu dampingi anak saat mandi dan bermain.

Untuk menciptakan rumah aman untuk anak, Anda juga perlu membersihkan rumah secara teratur demi mengurangi risiko anak terserang penyakit. Perhatikan karpet tempat bermain. Bila kondisinya kotor, berisiko menimbulkan gangguan pernapasan. Segera bersihkan piring dan alat masak yang telah terpakai. Bersihkan juga wadah yang dapat menampung air dan berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Selain itu, tuliskan semua nomor telepon gawat darurat di tempat yang mudah terlihat.




Menciptakan rumah yang aman bagi anak juga niscaya menggunakan perspektif edukasi, psikis, karakter, dan mental anak. Para orangtua yang senantiasa mendampingi anak-anak bermain dan belajar di rumah akan menciptakan keamanan yang lebih bagi anak. Jika kita melihat kembali beragam antisipasi atas beragam kecelakaan dan cidera di atas, eksistensi orangtua saat setiap insiden tersebut terjadi sangat niscaya. 

BAGA JUGA : 9 Pedoman Mendidik Anak di Era Digital

Betapapun sempurna dan paripurnanya desain rumah, potensi kecelakaan akan tetap ada. Yang dapat dilakukan selanjutnya ada meminimalisir potensi kecelakaan itu. Dan ikhtiyar terbaik untuk mengantisipasi adalah keberadaan orangtua di sisi anak.

Harmoni kedua orangtua juga menjadi instrument penting dalam menciptakan rumah yang aman bagi anak. Seringkali tanpa disadari, orangtua memamerkan konflik keluarga dihadapan anak-anak. Hal ini sejatinya memiliki dampak yang lebih serius daripada sekedar kecelakaan atau cidera fisik. Demikian pula sikap dan perilaku orangtua dihadapan anak. Kita tentu sepakat bahwa anak adalah peniru yang ulung. Sikap dan perilaku orangtua akan diduplikasi oleh anak-anak.

Jadi, mari kita ciptakan rumah yang aman bagi anak-anak kita, baik aman bagi fisik maupun psikis dan karakter mereka. 




Post a comment

0 Comments