Subscribe Us

Mendirikan Sekolah Inklusi Di Atas Pondasi Filosofi dan Nilai

DISKUSIKEHIDUPAN.com - Coretan ini disarikan dari tulisan Admila Rosada yang berjudul “Filosofi Inklusi: Sebuah Pilihan yang Diyakini dan Disadari” dalam buku Menjadi Guru Kreatif; Pratik-praktik Pembelajaran di Sekolah InklusiAdmila Rosada melalui tulisan singkat itu ingin menegaskan bahwa untuk mewujudkan pendidikan terbaik, maka harus didasarkan pada filosofi yang kuat dan nilai-nilai yang akan dihidupkan didalamnya. Baginya, filosofi dan nilai adalah hal mendasar yang dijadikan pondasi bagi bangunan sebuah sekolah.





Sebagai ilustrasi implementasi pondasi filosofi dan nilai tersebut, Admila Rosada mencontohkan Sekolah Tumbuh, Yogyakarta. Inklusi dan multikultur adalah filosofi yang telah dipilih oleh Sekolah Tumbuh dalam melangsungkan pendidikan sejak tahun 2005. Filosofi ini dipilih karena keyakinan dan keberpihakan kepada kodrat manusia sebagai insan yang beragam dengan segala identitas yang dimilikinya. 

Adalah kodrat manusia terlahir sebagai manusia yang unik, karenanya tidak perlu ada pengkotak-kotakan atau penyeragaman atas segala indentitas tersebut. Para pendidi Sekolah Tumbuh percaya bahwa pendidikan inklusi mampu menjadi wadah yang menjadi tempat bagi bertumbuhnya jiwa-jiwa unik untuk saling melihat perbedaan sebagai sebuah kewajaran, menghargai perbedaan itu, dan merayakannya bersama-sama.


Pada awal pendirian Sekolah Tumbuh, mengusung pendidikan inklusi tidaklah tanpa konsekuensi. Bermodal keyakinan dan kepercayaan saja ternyata tidaklah cukup. Banyak pandangan-pandangan yang belum berada pada frekuensi yang sama dengan gagasan para pendiri, terkait dengan visi-misi pendidikan inklusi yang telah dicanangkan.




Tentu proses dan dinamika tersebut perlu disadari. Selain itu, penting disadari pula reaksi-reaksi atas segala proses di dalamnya. Oleh karena itu, terus menerus berefleksi dan belajar memperbaiki diri dari hari ke hari penting untuk dilakukan.

Admila Rosada melanjutkan, bahwa penyadaran ini kemudian membawa pada perubahan-perubahan, baik skala kecil, sedang, maupun skala besar. Tentunya perubahan menuju kondisi yang lebih baik yang mengutamakan visi dan misi serta kepentingan terbaik bagi semua unsur didalamnya.

Filosofi inklusi mengandung banyak nilai diantaranya tentang penerimaan terhadap perbedaan, penghormatan terhadap keberagaman, penghayatan bahwa perbedaan adalah fitrah dan kesediaan untuk merayakan keberagaman tersebut bersama-sama. Nilai-nilai itu harus senantiasa dihidupkan sehingga terus menjadi napas dalam pembelajaran. Mengilhami nilai-nilai inklusi untuk kemudian mewujudkannya dalam keseharian adalah cara manusia visioner dalam mencapai visi. 

Akhirnya, sebuah visi perlu ditancapkan dengan kuat di awal untuk kemudian setiap pada proses menuju visi tersebut. Tantangan, halangan, dan hambatan pastinya akan banyak dijumpai selama dalam proses perjalanan menuju visi tersebut. Namun, selama tujuan itu jelas di depan sana dan pelakunya setia dalam perjalanan, maka akan sampai pada tujuannya.




Post a comment

0 Comments