Subscribe Us

SERI ANAK MANDIRI (#1) : Mendidik Anak Mandiri Sejak Dini Tanpa Tragedi

SERI ANAK MANDIRI: Mendidik Anak Mandiri Sejak Dini Tanpa Tragedi (1)

SERI ANAK MANDIRI (#1) : Mendidik Anak Mandiri Sejak Dini Tanpa Tragedi

ANAK MANDIRI menjadi impian setiap orangtua. Memiliki anak yang mampu mengelola dirinya sendiri tanpa (banyak) bantuan dari orang lain menjadi kebanggan tersendiri. Banyak cara ditempuh orangtua untuk menciptakan anak mandiri, namun tidak banyak yang menggunakan cara-cara yang benar. Dalam tulisan ini, kita akan sedikit mendiskusikan perihal kemandirian anak. Tulisan ini akan dibagi ke dalam beberapa bagian dengan tajuk SERI ANAK MANDIRI.

BACA JUGA : Penting ! Orangtua Wajib Paham Tugas Perkembangan Anak

Pada bagian pertama ini, kita akan berdiskusi seputar pemahaman tentang makna anak mandiri. Pemahaman bersama ini menjadi kunci agar dalam diskusi-diskusi selanjutnya dapat lebih mudah kita pahami dan tentunya kita praktikkan.





Apa itu kemandirian?

Kemandirian adalah kemampuan diri untuk melakukan kegiatan atau tugas sehari-hari sendiri atau dengan sedikit bimbingan orang lain, sesuai dengan tahapan perkembangan dan kapasitasnya. Kemandirian juga dimaknai sebagai tanggung jawab berkaitan dengan kepercayaan (dapat dipercaya) dan diandalkan.

Di beberapa negara maju, anak-anak dari kalangan keluarga menengah ke atas sudah terbiasa hidup dengan pelayanan penuh dari pengasuh anak sejak masih bayi. Orangtua merasa bahwa sudah sepantasnya pengasuh atau pembantu melakukan tugas-tugas pengasuhan anak karena memang mereka dibayar/digaji untuk 'melayani' anak-anaknya. 

BACA JUGA : Bakat Bukan Takdir
<!—nextpage–>

Tanpa disadari oleh mayoritas orangtua, tindakan 'pasrah kepada orang lain' seperti di atas justru kontraproduktif dan menghambat anak untuk tumbuh menjadi dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab.

Kemandirian dan tanggung jawab adalah perilaku yang menentukan bagaimana kita merespon realitas dan situasi setiap hari, yang memerlukan berbagai jenis keputusan bersifat moral. Tanggung jawab juga akan menentukan apakah orang lain akan bisa terus mempercayai dan mengandalkan kita.

Sejatinya orangtua mampu mendidik anak-anak segala usia untuk menjadi mandiri dan bertanggung jawab. Sejak dini, setiap anak secara alamiah mempunyai dorongan untuk mandiri dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Mereka lebih senang mengurus dirinya sendiri daripada dilayani. Tapi sayangnya pengasuh dan orangtua sering menghambat keinginan dan dorongan anak untuk mandiri dan bertanggung jawab, karena pengungkapan rasa kasih yang tidak tepat.

Realitas inilah yang penulis sebut sebagai tragedi, dimana orang tua secara tidak sadar justru melakukan tindakan-tindakan yang menjadi penghambat kemandirian anak. Diantara tragedi itu adalah orangtua sering mengambil alih tugas atau tanggung jawab anak yang seharusnya mereka kerjakan untuk melatih kemandirian.




BACA JUGA : 9 Pedoman Mendidik Anak di Era Digital

Orangtua idealnya tidak membiasakan diri untuk mengambil alih tanggung jawab atau apa yang seharusnya perlu dan harus dilakukan oleh anak. Ketika anak melakukan kesalahan atau kekeliruan, orang tua bisa memberi kesempatan sebagai momentum pembelajaran bagi anak. 

Oke, cukup sampai di sini dulu diskusi kita, dan insya Allah akan dilanjutkan dalam tulisan-tulisan berikutnya dalam tajuk SERI ANAK MANDIRI. Semoga bermanfaat.
*********


Post a comment

0 Comments