Subscribe Us

Tata Cara Shalat Idul Adha, Ini yang Wajib diketahui Orangtua Agar Dapat Diajarkan Kepada Anak

Tata Cara Shalat Idul Adha, Ini yang Wajib diketahui Orangtua Agar Dapat Diajarkan Kepada Anak


Tata Cara Shalat Idul Adha, Ini yang Wajib diketahui Orangtua Agar Dapat Diajarkan Kepada Anak


Salah satu syarat diterimanya suatu ibadah adalah jika ibadah tersebut dilaksanakan dengan dilandasi ilmu, utamanya tentang syarat dan rukunya agar keabsahannya terjaga. Terkait dengan ibadah Sholat ‘Idul Adha yang dilaksanakan, setiap muslim wajib memahami tata cara pelaksanaannya, utamanya tentang syarat dan rukunnya.

Pada dasarnya, syarat dan rukun shalat Idul Adha hampir dengan shalat-shalat lain, seperti halnya juga perkara-perkara yang dapat membatalkan serta kegiatan-kegiatan yang disunnahkan.





Beberapa hal yang wajib diketahui oleh orangtua agar dapat diajarkan kepada anak-anak diantaranya adalah :

Pertama, Melaksanakan shalat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah, atau sangat dianjurkan, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Kedua, Sebelum Shalat Id, tidak diawali dengan adzan maupun iqamah. Hal ini berbeda dengan shalat fardlu lima waktu yang senantiasa diawali dengan adzan dan iqamah.

Ketiga, Jumlah takbir dalam shalat Id berbeda dengan shalat fardlu lima waktu, meskipun memiliki jumlah raka’at yang sama. Seperti dengan shalat fardlu subuh yang sama-sama memiliki dua rakaat.

Keempat, Sholat Id dilaksanakan setelah matahari terbit hingga masuk waktu dhuhur. Namun demikian, dalam shalat Idul Adha, dianjurkan mengawalkan waktu agar masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk berkurban setelah Shalat Id.

Kelima, Shalat Idul Adha dilaksanakan dalam dua rakaat secara berjamaah dan dilanjutkan dengan khutbah setelah shalat selesai. Namun demikian, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, Shalat Idul Adha boleh dilakukan sendiri di rumah.

Adapun urutan tata cara Shalat Idul Adha yang admin kutip dari islami.co adalah sebagai berikut :

Tata cara shalat id secara tertib sebagai mana disarikan dari kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus.

Pertama, shalat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini ssunnata li ‘îdil adlhâ” kalau dilaksanakan sendirian. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”




Kedua, takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Ketiga, membaca Surat al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Kelima, setelah salam, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah idul adha terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah.

Pada momen idul adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir. Takbiran dilaksanakan sejak bakda shubuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga selesainya hari tasyriq, yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah. Takbiran hari raya Idul Adha dilakukan tiap selesai shalat fardhu.

Demikian sharing kita hari ini tentang Shalat Idul Adha, semoga bermanfaat bagi ayah bunda yang ingin memberikan pendidikan tentang tata cara Shalat Id kepada anak-anaknya.


Tata cara sholat shalat idul adha adalah shalat kurban idul adha adalah jatuh pada tanggal 10 dzul hijjah untuk orang yang meninggal kurban kambing kurban sapi untuk berapa orang



Post a comment

0 Comments