Subscribe Us

[BAHAYA] Kecanduan Game Dapat Mengakibatkan Gangguan Jiwa, Para Orangtua Harus Waspada

[BAHAYA] Kecanduan Game Dapat Mengakibatkan Gangguan Jiwa, Para Orangtua Harus Waspada


Beberapa waktu yang lalu, admin diskusikehidupan.com mendapat kiriman video pendek, berdurasi 3,18 menit. Isinya sangat menghentak hati, dan membuat miris. Betapa tidak, video tersebut bercerita tentang seorang pemuda yang bernama Iwan Setiawan atau Wawan, ia mengalami ganguan jiwa dan dirawat di sebuah pusat rehabilitasi. Yang membuat miris bukan sosok Iwan-nya, tapi penyebab Iwan mengalami gangguan jiwa. Penyebabnya adalah kecanduan game.

Iwan tidak mampu menghentikan gerakan tangannya, ia seperti sedang memainkan game pada ponsel. Iwan juga tidak bisa diajak berkomunikasi dengan normal, bahkan tidak menjawab ketika seseorang bertanya mengenai umurnya. Para pengasuhnya di pusat rehabilitasi menduga kuat bahwa Iwan mengalami gangguan jiwa karena kecanduan game.

BACA JUGA : TIPS AMPUH MENGATASI KECANDUAN GADGET PADA ANAK

Jemari di kedua tangan Iwan terangkat dengan terus bergerak dan kedua matanya selalu fokus ke arah jari-jarinya. Padahal, saat itu ia sedang tidak memegang gawai sama sekali.

Iwan dirawat oleh Yayasan Jambrud Biru, Bekasi. Hartono, pendiri yayasan menjelaskan bahwa Iwan selalu terlihat seperti sedang bermain game. Kondisi ini kemudian membuat Iwan mendapat julukan “Iwan Game” di pusat rehabilitasi mental tersebut.

Hartono bahkan pernah memberi Iwan gawai rusak yang tidak menyala. Hartono lalu meninggalkan Iwan, dan ternyata Iwan langsung tidak bisa lepas dari gawai. Bahkan ketika gawai itu diambil kembali oleh Hartono, ternyata mata Iwan masih fokus di tangan dan terus menggerakkan jemarinya.




Candu Game Merusak Kesehatan Mental

Realitas yang terjadi pada diri Iwan di atas, harus menjadi refleksi dan bahan introspeksi kita bersama, terutama bagi para orangtua. Terlebih, kini tren game dengan memanfaatkan perangkat ponsel pintar telah menggurita banyak anak-anak, bahkan mereka telah mengalami kesulitan untuk lepas hingga akhirnya kecanduan game, baik game daring (online), maupun game luring (offline).

Banyak penelitian yang menunjukkan fakta bahwa terlalu sering bermain game dapat mengubah fungsi dan struktur sistem syaraf yang berkaitan dengan perasaan senang, rasa ingin belajar, dan motivasi.

Addiction Biology bahkan telah mempublikasikan sebuah fakta bahwa bermain game dapat membatasi kontrol impuls seseorang. Kondisi tersebut biasanya ditemukan pada pasien skizofrenia, yakni penyakit jiwa yang ditandai oleh ketidakacuhan, halusinasi, waham untuk menghukum, dan merasa berkuasa, tetapi daya pikir tidak berkurang. Hal tersebut tentu sangat tidak baik untuk kesehatan mental seseorang.

Marcelina Melissa, seorang psikolog yang diwawancarai dalam video Iwan yang viral tersebut juga menjelaskan perihal yang sama. Orang yang menggunakan gawai dalam intensitas dan frekuensi yang tinggi memiliki sedikit fokus serta kemampuan konsentrasi yang berkurang.

Bahkan, orang yang setiap hari memainkan gawai, foto aktivitas gelombang otaknya terpotong per 10 detik sehingga mengakibatkan konsentrasi yang terpecah.

Tidak jauh berbeda dengan penjelasan Marcelina di atas, Dr. Dharmawan A. Purnama, Sp.KJ, dari konsultan kejiwaan Smart Mind Center Consulting juga membenarkan jika kecanduan game memang bisa mengganggu kesehan fisik dan mental. Akibat kecanduan game, bisa mewujud dalam beragam bentuk, tergantung dari jenis game yang dimainkan.

Dharmawan juga menjelaskan bahwa pada umumnya orang yang sudah kecanduan game bisa kehilangan minat untuk melakukan aktivitas lainnya. Bagi pecandu game, seperti tidak ada kenikmatan lain yang bisa dirasakan selain main game, bahkan dapat memicu tantrum saat kebutuhan game-nya tidak terpenuhi.

Dengan demikian maka bukanlah hal yang aneh jika WHO, sebuah organisasi kesehatan dunia memutuskan untuk menetapkan kecanduan game sebagai bentuk gangguan jiwa. Dengan catatan, apabila kecanduan tersebut dapat membuat seseorang mengesampingkan kepentingan hidup lainnya. Oleh WHO, gangguan jiwa karena game itu disebut sebagai gaming disorder.

Nah, bagi para orangtua dimanapun anda berada. Setelah melihat realitas di atas, masihkah menjadikan gawai dan game sebagai senjata untuk menenangkan anak?


Bagi yang penasaran dengan video viral tersebut dalam versi lengkapnya, simak video berikut ini:



Post a comment

0 Comments