Subscribe Us

Mengenal Abah Ihsan, Motivator Parenting Kelas Dunia

Mengenal Abah Ihsan, Motivator Parenting Kelas Dunia
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (gambar : abahihsan.com)

Nama lengkapnya adalah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, lebih populer dipanggil Abah Ihsan. Berbagai negara telah ia kunjungi untuk mengisi seminar parenting, dan pelatihan bagi orangtua. Di Indonesia sendiri, sudah 25 propinsi dan ratusan kabupaten/kota yang dijelajahi dalam rangka menyebarkan “virus” menjadi orang tua shalih, dengan lebih dari 70.000 alumni bahagia yang telah merasakan manfaat dari buku dan program pelatihan asuhan Abah Ihsan.

Penggagas gerakan 1821, yakni kumpul bersama keluarga pukul 18.00 hingga 21.00 ini, juga terkenal berkat karya bukunya yang selalu best seller dan monumental. Beberapa karyanya adalah “Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shalih?”; “Yuk Jadi Orangtua Shalih! Sebelum Meminta Anak Shalih #1; Renungan Dahsyat untuk Orangtua”; “7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin Dan Bahagia”; dan “Mengajarkan Kemandirian Kepada Anak”.



Pada tahun 2005 silam, Abah Ihsan mendirikan Auladi Parenting School, dan menjadi Direkturnya hingga kini. Auladi Parenting School adalah lembaga yang dikhususkan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi orangtua.

BACA JUGA : Menjadi Orangtua Shalih Ala Abah Ihsan


Pesona Abah Ihsan sebagai motivator dan fasilitator pendidikan orangtua tidak hanya memukau para orangtua di Indonesia. Abah Ihsan juga telah diundang beberapa kali ke Malaysia, Jepang, Arab Saudi, serta sejumlah negara lainnya untuk menjadi fasilitator pendidikan orangtua. Selain itu, Abah Ihsan juga memberikan pembelajaran online dengan memanfaatkan teknologi informasi yang sering dilakukannya dengan beberapa peserta di negara lain. Maka, tidak berlebihan jika penulis menyebutkan sebagai motivator parenting kelas dunia.

Sebagai seorang fasilitator pendidikan orangtua, suami dari Leila Maysaroh ini juga selalu menyediakan waktu bersama anak-anaknya. Meski jadwalnya senantiasa penuh hingga lima sampai enam bulan ke depan, hal tersebut tidak menghambatnya berinteraksi dengan anak-anaknya. Jarang sekali ia meninggalkan anak-anaknya hingga berpekan-pekan. Sebagian besar pelatihan Abah Ihsan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Ahad, sehingga masih memiliki banyak hari yang dimanfaatkan bersama anak-anak.

Abah Ihsan memang tidak menyediakan jadwal setiap hari bagi pihak-pihak yang mengundangnya, karena baginya omong kosong jika setiap hari ia mengisi pelatihan pendidikan orangtua, tapi ia tidak mempunyai waktu bagi anak-anaknya sendiri.

Ihsan kecil lahir dari keluarga yang pas-pasan secara ekonomi, namun semangatnya dalam menempuh studi sangat kuat, hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, meski kekurangan biaya. Abah Ihsan sangat terinspirasi dari ayahnya, Bukhari Jawahir. Ia sangat mengagumi dan dekat dengan sang ayah, yang telah telah mendidiknya menjadi sosok anak yang pantang menyerah. Ayahnya yang hanya lulusan Sekolah Rakjat (SR), telah mewarnai karakternya. Baginya, sang ayah meskipun tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki pola asuh luar biasa yang kemudian dipraktikkannya pada anak-anaknya.



Post a comment

0 Comments