Subscribe Us

Teror Bom Kartasura, Lakukan Ini Agar Anak Tidak Takut dan Trauma


Teror Bom Kartasura, Lakukan Ini Agar Anak Tidak Takut dan Trauma

Teror Bom Kartasura, Lakukan Ini Agar Anak Tidak Takut dan Trauma


Ledakan bom yang terjadi di dekat pos polisi yang berada di Jl. Ahmad Yani Bundaran Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6) pukul 22.30 WIB menambah panjang daftar rangkaian peristiwa teror di Indonesia. Terlebih, peristiwa tersebut mendekati momen Idul Fitri yang semestinya menjadi momentum yang penuh dengan kedamaian, bukan hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh alam. 




Daftar panjang teror bom yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab selain mengakibatkan korban meninggal juga menyisakan dampak yang sangat buruk bagi anak-anak pasca ledakan.

Dampak yang paling buruk dari peristiwa teror bom terhadap psikologis anak-anak adalah trauma. Teror itu akan mengakibatkan trauma yang berkepanjangan bagi anak-anak. Terlebih bagi anak-anak yang terekspos ledakan, akan lebih berisiko mengalami trauma terhadap kerumunan. Hal ini tentu akan sangat membuat anak mengalami kendala serius dalam perkembangan psikologis maupun biologisnya.

Secara teori, trauma yang dialami oleh anak-anak sama dengan yang dialami oleh orang dewasa. Namun, trauma pada anak-anak bisa lebih parah karena otak anak akan berasosiasi dengan material tertentu yang berkaitan dengan peristiwa teror bom. Anak-anak dapat trauma dengan benda-benda yang dekat dengan mereka dalam kehidupan sehari-hari, atau bisa jadi akan dapat mengasosiasikan trauma teror bon dengan gaya penampilan atau pakaian seseorang, perilaku, gaya bicara, dan lain sebagainya.

Dampak buruk bagi anak-anak selanjutnya adalah fobia, yakni rasa ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan. Setiap anak bisa memiliki level trauma yang berbeda. Bahkan pengalaman melihat langsung kejadian juga berbeda dengan pengalaman yang tidak langsung.




Lakukan Ini Agar Anak Tidak Takut dan Trauma

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh para orangtua jika terjadi peristiwa teror bom? Lakukan Ini Agar Anak Tidak Takut dan Trauma:

Pertama, Para orangtua harus menghalangi konten vulgar yang dapat dilihat atau didengar oleh anak, terutama terhadap foto, video, atau konten apapun yang memperlihatkan korban teror bom.

Kedua, Orang tua harus mengajak anaknya secara bersama mendoakan para korban dan memberikan pemahaman bagaimana menjadi umat beragama dan warga negara yang baik. Anak-anak perlu diberi pemahaman kembali tentang kaidah-kaidah agama yang benar dan aturan-aturan yang wajib ditaati bersama.

Ketiga, Jika trauma dan fobia yang dialami anak terlalu parah, maka pertama yang perlu dilakukan adalah menstabilkan emosi, mencari tempat aman dalam imajinasinya, dan jika perlu dapat meminta bantuan konselor untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. 

Kita niscaya senantiasa waspada, meskipun pihak keamanan telah melakukan langkah-langkah preventif dengan menangkap para terduga teroris, namun tidak berarti gerakan teror yang ‘mereka’ rencanakan akan sepenuhnya pupus. 

Mari kita berdoa bersama, semoga Indonesia tetap menjadi negara yang aman bagi siapun, jauh dari teror dalam bentuk apapun, dan setiap warga negara dapat hidup dengan penuh kedamaian, kesatuan, dan kekeluargaan.



Post a comment

0 Comments