Subscribe Us

Siklus Perkembangan Kecerdasan Anak


setiap anak mengalami siklus perkembangan kecerdasan anak atau fase pertumbungan sejak dalam rahim sampai lahir dari kandungan ibu dan menjadi bayi dari minggu ke minggu

Perkembangan kecerdasan anak seperti pertumbungan pohon buah. Pertumbungan pohon buah dimulai sejak biji ditanam atau terjatuh di sebidang tanah. Jika cuaca saat penanaman ideal, biji itu mengeluarkan akar yang masuk ke tanah untuk mencari zat hara. Tunas pohon buah itu mulai tumbuh, dari sedikit menjadi banyak, tumbuh batangnya hingga mengeras, berbunga hingga berbuah. Ketekunan dan kesabaran menjalani proses panjanglah yang membuat pohon buah itu bisa menghasilkan buah yang siap untuk dinikmati.

Ilustrasi pertumbuhan pohon di atas mirip dengan siklus perkembangan kecerdasan anak. Anak adalah benih kehidupan yang tumbuh dan berkembang sesuai kodrat dan stimulasi dari lingkungan sekitarnya. Sebagaimana tumbuhan, anak pun tumbuh melalui serangkaian proses dari benih, tumbuh tunas, terbentuk batang, daun, hingga menghasilkan bunga dan buah. Howard Gardner merumuskan tahap perkembangan kecerdasan majemuk dari awal hingga seseorang mampu berkarya. Tahapan tersebut diramu dengan pendekatan pendidikan yang menumbuhkan sehingga menjadi siklus pengembangan kecerdasan anak.

Secara umum, anak mengalami siklus pengembangan kecerdasan ini, tetapi batasan waktunya berbeda-beda. Perbedaan waktu bisa mengacu pada kemampuan anak, jenis kecerdasan majemuk, dan kualitas pengalaman yang dialami anak. Kemampuan anak dalam mengolah informasi berbeda-beda sehingga derajat akselerasi dalam menjalani setiap fase pun beragam.

Terdapat sebagian anak cepat dalam melakukan eksplorasi, tetapi bisa jadi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk fase berikutnya. Profil kecerdasan majemuk jenis laser lebih cepat melalui setiap fase karena minatnya yang terfokus, sementara jenis mercsuar membutuhkan waktu lebih lama karena menjelajahi berbagai bidang yang berbeda




Kualitas pengalaman yang dialami anak pada setiap fase tergantung pada jenis dan kualitas stimulasi, suasana belajar, dan peralatan pendukung. Stimulasi yang relevan dan berkelanjutan membantu anak untuk menjalani proses berkualitas secara ajek. Suasana belajar yang apresiatif dan mendukung akan membuat anak percaya pada kemampuan diri sehingga menguatkannya dalam melewati tantangan demi tantangan. Ketersediaan (bukan kualitas) peralatan pendukung yang memadai akan membantu anak mengembangkan bakat dan kecerdasannya.




Rangkaian fase  pengembangan bakat disebut sebagai siklus, bukan tahapan karena secara umum akan dilalui baik oleh anak remaja, maupun orang dewasa. Orang dewasa pun yang pertama menemui sebuah bakat akan melalui fase eksplorasi, fase belajar mendalam, fase arah karier, dan berkarier. 

Secara rinci fase perkembangan bakat tersebut adalah sebagai berikut :

FASE EKSPLORASI

Fase ini dialami oleh anak dalam rentang usia 0-7 tahun. Dalam fase ini, anak melakukan eksplorasi secara luas dan mendalam sehingga mampu menyadari kecerdasan majemuknya. Dengan mengenali kecerdasan majemuknya, anak mempunyai bekal yang dapat digunakan dalam beragam bidang bakat. 

Pada fase ini, anak akan mengeksplorasi minat pada seluruh ragam kecerdasan majemuk, mengalami pengalaman eksplorasi yang memadai, dan mengenali profil kecerdasan majemuk dan minat. Hal ini akan menjadi bekal bagi setiap anak dalam menjalani fase-fase berikutnya.




FASE BELAJAR MENDALAM

Fase ini dialami anak dalam rentang usia 7-14 tahun. Dalam fase ini, anak belajar mengembangkan bakat, cara, dan tujuan belajarnya sehingga anak mampu mandiri belajar. Dengan kemampuan belajar ini, anak mampu mengenali, mempelajari, dan mengatasi berbagai tantangan dalam berkarier pada bidang bakatnya.

Pada fase ini, anak akan menemukan fokus belajar, gemar belajar, tekun belajar, dan belajar mendalam.

FASE ARAH KARIER

Fase ini akan dialami pada usia 14 tahun ke atas. Dalam fase ini, seseorang akan menentukan arah karier berdasarkan kapasitas bakat dan pemahaman terhadap ekosistem bakatnya. Seseorang yang telah memasuki fase arah karier akan mampu menampilkan hasil belajar, mempelajari ekosistem bakat, dan menentukan arah karier.

FASE BERKARIER

Fase ini akan dialami pada usia 18 tahun ke atas. Dalam fase ini, seseorang akan mampu berkarir sesuai bakatnya. Ia akan mendapatkan pengakuan dari masyarakat atas bakatnya dan mampu belajar berkelanjutan.


setiap anak mengalami siklus perkembangan kecerdasan anak atau fase pertumbungan sejak dalam rahim sampai lahir dari kandungan ibu dan menjadi bayi dari minggu ke minggu

Post a comment

0 Comments