Subscribe Us

Profil Najelaa Shihab, Sang Penggerak Pendidikan

Profil Najelaa Shihab, Sang Penggerak Pendidikan

Dalam berbagai diskursus tentang pendidikan di Indonesia, nama Najelaa Shihab sering menjadi salah satu sosok inspiratif yang dirujuk pemikirannya. Perempuan yang akrab dipanggil Ela ini memang memiliki kontribusi besar dalam gerakan progresifitas pendidikan di Indonesia. Bagaimanakah profil lengkap kakak dari Najwa Shihab ini? Redaksi diskusikehidupan.com telah menghimpun profil lengkapnya untuk pembaca.

Mengenal profil najelaa shihab, siapa najelaa shihab? Najelaa shihab adalah putri dari Muhammad quraish shihab pendiri kampus cikal, dan telah menerbitkan banyak karya buku
Najelaa Shihab, sumber gambar www.pantau.com


Najelaa Shihab lahir di Surakarta pada 11 September 1976. Istri dari Ahmad Fikri Assegaf ini telah dianugerahi tiga putra, yakni Fathi Ahmad Assegaf, Nishrin Assegaf, dan Nihlah Assegaf. Ela menyelesaikan pendidikan Strata 1-nya di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia,dan melanjutkan studi magister di Magister Psikologi Perkembangan dan pendidikan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Riwayat kariernya di dunia pendidikan cukup panjang, diantaranya adalah Pendiri sekaligus Head of School Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal (1999 - sekarang), Pendiri Kampus Guru Cikal - Yayasan Guru Belajar (January 2014 – Sekarang), Pendiri Inibudi.org (2012 – sekarang), Pendiri dan kontributor Keluarga Kita (2012 - sekarang), Curriculum Board Islamedu - Pusat Studi Al-Qur'an (2010 – sekarang), Pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (2015 – sekarang), Pendiri Lentera Hati (1999 – sekarang), Pendiri Youth Manual (2016 – sekarang), Pendiri Sinedu (2016 - sekarang), Inisiator Pesta Pendidikan (2016 - sekarang), Pendiri Asosiasi Ibu Menyusui (2007- sekarang), dan masih banyak yang lainnya.






Bagi Najelaa Shihab, latar belakang keluarga yang sangat akrab dengan dunia pendidikan menjadi salah satu inspirasi baginya untuk turut aktif di bidang pendidikan. Terlahir sebagai putri sulung cendekia muslim, QuraishShihab, membuat Najelaa bisa mendapat teladan langsung dari figur pendidik. Bahkan, sejak kecil Najelaa sudah punya cita-cita menjadi seorang guru. Untuk mewujudkannya, Najelaa muda mengambil kuliah di jurusan Psikologi. Baginya, agar dapat terjun ke dunia pendidikan, harus paham ilmu tentang manusia, sehingga jurusan psikologi dianggapnya sebagai bekal yang penting.

Najelaa menikah di usia muda, Usianya baru 19 ketika dipersunting Ahmad Fikri Assegaf, dan memiliki anak di usia 21 tahun. Hal ini justru menjadi pemantik semangat baginya untuk semakin mengetahui segala hal tentang pendidikan anak. Semua itu menjadi alasan mengapa ia kemudian ingin terjun menggeluti dunia pendidikan dan mendirikan Sekolah Cikal pada Agustus 1999, saat usianya 22 tahun.

Mindset yang ia bangun adalah bahwa Sekolah Cikal menjadi community of live long learner. Bukan hanya sekolah untuk murid, tapi komunitas di mana semua pihak yang terlibat ikut belajar. Muridnya sudah pasti belajar, lalu ada orang tuanya yang juga belajar lagi, serta pendidiknya juga harus terus belajar. Semuanya harus adaptif dan reflektif terus. Demikian argumentasinya sebagaimana ditulis oleh redaksi femina.co.id.

Pada awalnya, Sekolah Cikal hanya fokus pada pendidikan pra-sekolah. Sekolah Cikal dirintis di bilangan Kemang, dengan modal delapan tenaga pendidik. Pada Desember 1999, Cikal merayakan momen "50 murid pertama". Sedari awal, Najelaa yakin bahwa Cikal bakal membesar. Kian kemari tanda-tanda perkembangannya semakin kentara. Sepuluh tahun kemudian, Cikal akhirnya membuka cabang pertama.

Pengalaman Najelaa selama dua dasawarsa mengabdi di dunia pendidikan memberinya kesadaran bahwa untuk mengubah pendidikan, tidak bisa dengan cara mengubah satu-satu instrumen pendidikan yang ada. Misalya, hanya gurunya atau muridnya saja, ini tidak mungkin akan sampai ke perubahan pendidikan yang kita inginkan. Semua stakeholders harus bersinergi, bersama melakukan perubahan mindset. Semua harus ikut dan mengambil tanggung jawab. Guru, orang tua, pemerintah, lingkungan, dan murid.

Najelaa sempat merasa hopeless melihat kondisi pendidikan di Indonesia. Tapi, setelah ia melihat ada beberapa contoh sukses, semangatnya kembali membara. Di komunitas Guru Belajar misalnya, ia bertemu dengan banyak guru yang keren. Najela melihat sebuah cahaya terang, karena ada sekian puluh ribu guru yang masih bisa ditingkatkan kapasitasnya. Namun demikian, ia juga sadar bahwa pekerjaan di pendidikan adalah pekerjaan yang tak pernah usai.







Menurutnya, Indonesia berada dalam posisi darurat pendidikan. Kita tidak bisa hanya menyerahkan semuanya pada pemerintah. Kemampuan mereka juga terbatas, sehingga harus muncul inisiatif-inisiatif dari publik. Seluruh komponen masyarakat harus berdaya, sektor swasta juga bisa berperan aktif. Latar belakang macam itulah yang melecut Najelaa untuk membangun sejumlah inisiatif pendidikan. Salah satu inisiatifnya adalah Inibudi.org, yang dimulai pada 2012. Inibudi.org membuat dan menyediakan materi digital berupa video belajar. Video-video itu dibuat oleh guru-guru yang disebut sebagai relawan "Guru Berbudi"--di bawah pengawasan tim Inibudi.org. Video belajar itu telah melanglang Indonesia. Rekaman tersebut bisa diunduh gratis, boleh disimak lewat YouTube, bahkan disediakan dalam memori kilat (flash disk) untuk dikirim ke pelbagai daerah.

Pada 2012, Najelaa juga menggagas inisiatif Keluarga Kita, layanan daring yang berfokus pada pengasuhan anak. Keluarga Kita dimulai dengan membuat riset-riset untuk menyusun kurikulum pengasuhan anak. Saat ini, ada tiga kurikulum--lengkap dengan materi--pengasuhan anak yang dirilis Keluarga Kita, yakni: Disiplin Positif, Hubungan Reflektif, dan Belajar Efektif. Guna memaksimalkan pembelajaran atas kurikulum itu, Keluarga Kita memberdayakan relawan "Rangkul". Pemberdayaan relawan ini berangkat dari premis bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab sosial.

Najelaa juga berinisiasi merancang Pesta Pendidikan, sebuah ajang yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, hingga pihak swasta. Pada 2017, Pesta Pendidikan digelar untuk kedua kalinya. Bila tahun sebelumnya hanya tersentral di Jakarta, kali ini Pesta Pendidikan berlangsung di enam kota yakni: Jakarta, Bandung, Ambon, Yogyakarta, dan Makassar. Ada sekitar 250 komunitas dan organisasi yang terlibat. Lewat ajang inilah muncul gagasan-gagasan baru dan komitmen bersama untuk mendorong percepatan pendidikan di Indonesia.
Mengenal profil najelaa shihab, siapa najelaa shihab? Najelaa shihab adalah putri dari Muhammad quraish shihab pendiri kampus cikal, dan telah menerbitkan banyak karya buku

Biodata Najelaa Shihab

Nama
Najelaa Shihab
Tempat/Tanggal Lahir
Surakarta, 11 September 1976
Nama Suami
Ahmad Fikri Assegaf
Nama Anak
  • Fathi Ahmad Assegaf
  • Nishrin Assegaf
  • Nihlah Assegaf

Pendidikan
  • Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, Sarjana Psikologi
  • Magister Psikologi Perkembangan dan pendidikan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

Karier
  • Pendiri sekaligus Head of School Sekolah Cikal dan Rumah Main Cikal (1999 - sekarang)
  • Pendiri Kampus Guru Cikal - Yayasan Guru Belajar (January 2014 – Sekarang)
  • Pendiri Inibudi.org (2012 – sekarang)
  • Pendiri dan kontributor Keluarga Kita (2012 - sekarang)
  • Curriculum Board Islamedu - Pusat Studi Al-Qur'an (2010 – sekarang)
  • Pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (2015 – sekarang)
  • Pendiri Lentera Hati (1999 – sekarang)
  • Pendiri YouthManual (2016 – sekarang)
  • Pendiri Sinedu (2016 - sekarang)
  • Inisiator Pesta Pendidikan (2016 - sekarang)
  • Pendiri Asosiasi Ibu Menyusui (2007- sekarang)

Sumber :

https://beritagar.id
https://www.femina.co.id





Post a comment

0 Comments