Subscribe Us

Pendidikan Politik untuk Anak Sekolah, Pentingkah?

pendidikan politik untuk anak Indonesia wujudkan pemilu damai, berintegritas, tanpa hoax, dan ujaran kebencian


Pendidikan Politik untuk Anak Sekolah, Pentingkah?


Geliat dinamika perpolitikan di Indonesia dalam rangka Pemilu serentak 17 April 2019 kemarin masih saja terus bergemuruh. Banyak pihak memprediksi bahwa lepas pengumungutan suara, suasana akan kembali ‘adem’, penuh kekeluargaan, dan saling merajut kembali persaudaraan yang sempat ‘sobek’ akibat gesekan kepentingan politik profan kemarin. Namun, ternyata yang terjadi tidak demikian. Suasana justru semakin panas, saling serang dan ‘fitnah’ antar kubu malah semakin menjadi-jadi. Entahlah, untuk siapa mereka melalukan semua pertikaian itu? Sampai melupakan bahwa yang dianggap ‘musuh’ adalah saudara mereka sendiri.


Terlepas dari pretensi pertempuran politik kekuasaan tersebut, sepertinya kita dan ‘mereka’ telah melupakan bagian penting dari bangsa ini yang niscaya kita jaga, malah justru kita lupakan dan tergerus oleh arus perebutan kuasa itu. Bagian penting bangsa tersebut adalah anak-anak kita.

Anak-anak yang niscaya kita sirami dengan energi positif itu justru kita hujani dengan energi negatif yang memilukan. Bentuknya macam-macam, mulai dari caci-maki secara terbuka, ancaman yang lantang dipekikkan ditelinga, ajakan memproduksi dan menyebarkan fitnah yang menggelora di berbagai media, hingga visualisasi kekerasan fisik di depan mata. Bahkan, sempat viral beberapa kejadian kampanye yang melibatkan anak-anak sekolah dasar untuk mendukung calon tertentu.





Realitas di atas niscaya kita atasi bersama, dan pendidikan politik bagi anak-anak niscaya kita siapkan agar mereka tidak mudah terbawa arus politik yang kotor. Anak-anak harus dikenalkan dengan politik yang positif, tentang urgensi partisipasi politik bagi setiap warga negara. Tentunya pendidikan politik itu harus disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan mereka.

Oleh Karena itu, gagasan untuk memberikan Pendidikan Politik untuk Anak Sekolah yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah niscaya segera dirumuskan. Anak-anak jangan kita jauhkah dari politik, karena politik adalah realitas kehidupan yang akan mereka hadapi di masa yang akan datang. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan mereka agar siap menghadapi tantangan politik di zaman yang akan datang.

Baca juga : Siklus Perkembangan Kecerdasan Anak

Adalah realitas bahwa kurikulum perpolitikan di sekolah saat ini sangat kurang, atau bisa dikatakan tidak ada. Kita patut khawatir, bisa jadi selain tidak punya, justru info yang disampaikan di sekolah juga salah. Misalnya saja soal sejarah politik bangsa. Hingga kini masih ditemukan materi tentang kebenaran yang berat sebelah, dan dipengaruhi oleh ideologi sekolah.


Mulai Kapan Pendidikan Politik untuk Anak Sekolah Diajarkan?


Pendidikan Politik untuk Anak Sekolah dapat diajarkan sejak anak-anak usia 6-12 tahun atau usia SD. Namun demikian, materi dan penjelasannya harus disesuaikan dengan perkembangan anak-anak. Hak ini karena tidak mungkin anak kelas 3 SD misalnya, memiliki pemahaman yang sama dengan anak kelas 3 SMP atau 3 SMA. Oleh karenanya, kurikulum perpolitikan harus benar-benar direncanakan dan terstruktur sesuai dengan usia peserta didik.

Kurikulum pendidikan politik bukan berarti berisi pelajaran tentang bagaimana cara menjadi politisi, atau bagaimana sistem politik di Indonesia. Sejatinya kita tidak wajib menggunakan diksi politik secara gamblang dalam kurikulum, tidak juga harus ada mata pelajaran politik atau ilmu politik seperti yang diterapkan di beberapa perguruan tinggi dan menjadi Mata Kuliah Umum. Yang dapat dilakukan adalah menyampaikan materi yang berkaitan dengan pengetahuan serta keterampilan yang ingin ditumbuhkan sejak kecil tentang kecintaan terhadap bangsa dan negara serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan hal ini bisa dimasukkan ke dalam banyak pelajaran-pelajaran yang sudah ada.

Baca juga : Kemampuan Anak Kita Seluas Samudra, Ini Penjelasannya.

Najelaa Shihab dalam sebauh wawancara pernah menuturkan ide tentang pendidikan politik bagi anak sekolah ini. Menurutnya, bagi anak usia sekolah dasar, pelajaran politik yang bisa disampaikan misalnya tentang nilai-nilai integritas, pembagian peran, kerjasama, tanggung jawab, keadilan, atau tentang hak warga negara. Materi ini bisa dicontohkan di berbagai pelajaran, jadi tidak harus di mata pelajaran seperti IPS. Mata pelajaran IPA, atau bahkan agama juga sangat bisa menjadi jalan masuk untuk menyampaikan materi pendidikan politik untuk anak sekolah.

Kurikulum pendidikan politik untuk anak sekolah bila diberikan sejak dini dapat memberikan pondasi yang kuat bagi kehidupan anak-anak dan nilai-nilai positif. Tentunya, hal tersebut akan menjadi bekal yang baik bagi mereka dalam menghadapi dinamika kehidupan berdemokrasi di masa-masa yang akan datang.

Jadi, mari bersama kita laksanakan pendidikan politik untuk anak Indonesia demi wujudkan politik yang sejuk, damai, berintegritas, tanpa hoax, dan ujaran kebencian




Post a comment

0 Comments