Subscribe Us

Pendidik Tidak Hanya Guru di Sekolah, Saatnya Menjadikan Orangtua Sebagai Pendidik di Rumah

orangtua sebagai pendidik selain guru di sekolah



Di zaman modern seperti ini, anak memiliki pelung untuk mengakses sumber belajar yang melimpah, mulai buku, guru di sekolah, les privat, teman, saudara, media, internet, orangtua dan masih banyak yang lainnya. Fakta ini menjadi peluang bahwa semangat anak dalam belajar dapat dibangun dengan mudah karena bayak pilihan sumber belajar. Namun demikian, fakta ini juga menjadi persoalan, karena belajar dari banyak sumber terpisah seringkali membuat anak bertanya-tanya dan sering merasa bingung.

Pada momentum inilah, eksistensi orangtua sebagai pendidik menjadi sangat urgen. Bolehlah misalnya anak kita beruntung bersekolah di sekolah yang keren, berkesempatan mengikuti les di tempat les yang seru dan professional, punya gadget canggih dengan koneksi internet cepat, koleksi buku yang bertumpuk-tumpuk, punya sahabat yang pintar dan asyik diajak diskusi. Namun, semua itu tidak akan mampu menggusur peran orangtua sebagai pendidik. Mengapa demikian?







Bukik Setiawan, seorang pegiat pendidikan di Indonesia memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dalam buku Bakat Bukan Takdir. Menurut Bukik, hanya orangtualah yang dapat membantu anak merajut semua pengetahuan itu menjadi kearifan yang mengarah pada tujuan hidup anak. Karena orangtualah yang dapat memfasilitasi anak untuk menerapkan pengetahuan menjadi keterampilan dan kebiasaan hidup. Karena orangtualah yang mendampingi tumbuh kembang anak dari setiap tahap perkembangannya dari setiap jenjang pendidikannya. Sederhananya, guru TK berganti guru SD, SMP, SMA, bahkan berganti dosen, tapi orangtua tetaplah setia di sisi anaknya.

Lebih lanjut Bukik menuliskan bahwa orangtua adalah fasilitator pengembangan bakat anak. Orangtua memfasilitasi proses belajar anak yang mengubah kecerdasan majemuk dan minat anak menjadi bakat sebagai modal menuju karier yang cemerlang di masa mendatang. Karier adalah perjalanan atau proses seseorang melalui belajar dan berkarya yang bermanfaat untuk masyarakat. Perkembangan karier diawali sejak masa anak-anak melalui 4 fase, yakni fase eksplorasi, fase belajar mendalam, fase arah karier, dan fase berkarier.


Seiring dengan perkembangan zaman yang terus menggelinding, orangtua niscaya kreatif dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Untuk menjadi orangtua sebagai pendidik di rumah, harus memahami bahwa anak hidup pada zamannya, zaman yang berbeda dengan orangtuanya. Anak menghadapi tantangan zamannya, tantangan yang berbeda dengan tantangan yang dihadapi orangtuanya.

Laju perubahan pada masa lalu terasa berjalan lamban dibandingkan laju perubahan di masa kini dan mendatang. Kepastian semakin lama semakin pudar, ketidakpastian semakin jelas. Warisan pengetahuan dari generasi tua tidak lagi relevan karena pengetahaun terus-menerus menjadi baru. Guru – yang dulu berdiri dengan berbagai sumber pengetahuan tunggal – telah tergantikan dengan berbagai sumber pengetahuan di internet. Profesi lama menjadi semakin berkurang maknanya, profesi baru terus lahir dan semakin beragam. Menjadi pegawai yang dulu dipuja, semakin lama semakin kehilangan makna. Apa tantangan yang dihadapi anak kita dizaman kreatif? Apa bekal yang penting dibawa oleh anak kita untuk menghadapi tantangan tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas niscaya dijawab oleh orangtua dengan mempersiapkan diri sebagai seorang pendidik di rumah. Mari kita jaga masa depan anak-anak kita, dengan menjadi orangtua sebagai pendidik dirumah.

makalah kompetensi peran dan kewajiban orangtua sebagai pendidik utama anak dalam keluarga menurut islam dan pakar pendidikan

Post a comment

0 Comments