Subscribe Us

Apakah Multiple Intelligences Itu? #1

Hai Sahabat diskusikehidupan.com. Dalam postingan kali ini, admin akan membahas tentang  multiple intelligences (kecerdasan majemuk). Pembahasan akan dibuat dalam beberapa seri tulisan. Untuk kali ini, kita akan membahas tentang definisi multiple intelligences.

Anak kita sejatinya memiliki kemampuan seluas samudra yang niscaya kita arungi agar memahami kemampuan mereka. Artinya, pasti ada banyak potensi yang terpendam di dalam dirinya, seperti halnya samudra dengan berbagai potensi kekayaan alamnya. Berbagai potensi terpendam merupakan harta karun orangtua yang ada dalam diri anak, yaitu kecerdasan majemuk atau multipleintelligences. Multiple Intelligences merupakan teori kecerdasan yang disampaikan oleh Howard Gardner, tokoh dalam ilmu psikologi dari Harvard University.

Gardner mengemukakan bahwa setiap anak punya potensi kecerdasan dari sembilan kecerdasan, yaitu  :
1.       Cerdas Bahasa (linguistik),
2.       Cerdas Matematis-Logis (Kognitif),
3.       Cerdas Gambar Dan Ruang (Visual-Spasial),
4.       Cerdas Musik,
5.       Cerdas Gerak (Kinestetis),
6.       Cerdas Bergaul (Interpersonal),
7.       Cerdas Diri (Intrapersonal),
8.       Cerdas Alam, dan
9.       Cerdas Eksistensial.


Suyadi, dalam bukunya, “Anak yang Menakjubkan”, menuliskan kembali definisi setiap kecerdasan Gardner dengan cara sederhana dan mudah dipahami. Berikut penjelasan dari Suyadi tersebut:
1.       Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan pikiran-pikiran dalam bicara, membaca, dan menulis. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para orator, negoisator, pengacara, atau para pemimpin negara di dunia.
2.       Kecerdasan matematis-logis adalah kemampuan menangani bilangan, perhitungan, pola, serta pemikiran logis dan ilmiah. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para ilmuan atau filsuf.
3.       Kecerdasan visual-spasial adalah kemampuan melihat secara detail sehingga bisa menggunakan kemampuan ini untuk melihat segala obyek yang diamati. Lebih dari itu, kecedasan ini bisa merekan semua yang diamati dan mampu melukiskannya kembali. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para insinyur (terutama arsitek), pilot, navigator, atau penemu.
4.       Kecerdasan musikal adalah kemampuan menyimpan nada atau irama musik dalam memori. Orang yang memiliki kecerdasan ini lebih mudah mengingat sesuatu jika diiringi dengan irama musik. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para musisi, seniman, atau budayawan.
5.       Kecerdasan kinestetis adalah kemampuan menggunakan anggota tubuh untuk segala kebutuhan atau kepentingan hidup. Dengan kecerdasan ini, seseorang bisa mewujudkan ide atau gagasannya melalui gerak fisik. Kecerdasan ini biasanya dimiliki oleh para penari atau atlet.
6.       Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya sehingga dia bisa merasakan secara emosional: temperamen, suasana hati, maksud, serta kehendak orang lain. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para sosiolog, psikolog, atau konselor (konsultan).
7.       Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan mengenali dan memahami diri serta berani bertanggung jawab atas perbuatan sendiri. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para ahli bidang ilmu tertentu, filsuf, trainer, atau motivator.
8.       Kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali lingkungan dan memperlakukannya secara proporsional. Biasanya, kecerdasan ini dimiliki oleh para neorolog, antropolog, arkeolog, atau pencinta lingkungan.
9.       Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan merasakan dan menghayati berbagai pengalaman ruhani atas pelajaran atau pemahaman sesuai keyakinan kepada Tuhan. Biasanya kecerdasan ini dimiliki oleh para ahli spiritual (sufi), ruhaniwan (tokoh agama), atau filsuf.

Terinspirasi dari gagasan Howard Gardner dan Suyadi di atas, setiap orangtua niscaya memahami bahwa setiap anak mereka memiliki kecerdasan dari Sembilan kecerdasan majemuk di atas. Apabila orangtua dan lingkungan anak selalu memberikan stimulus yang tepat, setiap kecerdasannya berpotensi memunculkan kemampuan-kemampuan yang dahsyat.

Setiap anak di dunia ini memiliki variasi kecenderungan kecerdasannya masing-masing. Ada yang hanya memiliki satu kecerdasan yang dominan, sedangkan yang lainnya rendah. Ada juga yang memiliki dua, tiga, atau bahkan semua kecerdasannya dominan. Namun, menurut Gardner, tidak ada manusia dunia ini yang bodoh, terutama jika stimulus yang diberikan lingkungannya tepat.




Gardner pernah meneliti orang-orang yang mengalami kerusakan otak di bagian lobus tertentu. Dan dia menemukan, bukan berarti kemampuan orang tersebut hilang. Ternyata, dengan stimulus yang tepat, bagian otak lain yang sehat dengan triliunan neoron orang tersebut, akan dapat memunculkan kemampuannya. Dalam Frame of Mind, Gardner menyebutkan bahwa tidak tepat, jika pada kecerdasan dilakukan pembatasan-pembatasan dalam memberikan makna pada kemampuannya (delimiting the concept of an intelligence).

Tulisan tentang kecerdasan majemuk ini akan admin lanjutkan dalam beberapa bagian. Sampai jumpa lagi.

Post a comment

0 Comments