Subscribe Us

Kesepakatan Bersama Orangtua dan Anak



Kesepakatan bersama adalah salah satu alat paling mudah untuk memulai menumbuhkan disiplin positif dalam keluarga. Sayang sekali jarang keluarga yang memilikinya. Sebagian besar keluarga yang menyaakan sudah memiliki peraturan pun kadang tidak jelas bagi anak, atau menerapkannya dengan kurang konsisten.


Bagaimana membuat Kesepakatan Bersama Orangtua dan Anak ?


Dalam membuat Kesepakatan Bersama Orangtua dan Anak, setiap orang perlu memahami dan menyadari tujuan dari kesepakatan bersama orangtua dan anak sehingga diharapkan semua konsisten dalam menjalankannya, tidak hanya ditegakkan orangtua. Bagian terpenting adalah mencoba melakukannya dalam rapat keluarga dan terus belajar bersama sehingga menemukan yang ideal untuk keluarga anda. Kesepakatan bersama orang tua dan anak tidak menyelesaikan semua masalah, tapi dapat mengklarifikasi ekspektasi pada masing-masing keluarga, mencegah masalah itu-itu saja yang berulang sepanjang masa serta membuka pintu percakapan dan kedekatan keluarga tentang isu-isu lainnya.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam membuat Kepakatan Bersama Orangtua dan Anak yang patut anda coba:

Pertama, Kesepakatan Bersama Orangtua dan Anak dibuat dengan keterlibatan semua anggota keluarga, hasil diskusi dan negoisasi

Kedua, Fokus pada hal yang dianggap penting oleh semua anggota keluarga, pastikan alasannya dapat dijelaskan anak.

Ketiga, Kesepakatan Bersama Orangtua dan Anak isinya hanya sedikit, anak harus mampu mengingat dan melaksanakannya secara konsisten.

Keempat, Menyebutkan nilai yang dijunjung keluarga, anak memahami tanggung jawab sebagai anggota kelompok dan kebutuhan orang lain.

Kelima, Kesepakatan dinyatakan dengan positif, menggambarkan apa yang harus dilakukan, bukan apa yang dilarang.

Keenam, Menjelaskan konsekuensi bila kesepakatan dilanggar, menyebutkan juga peran/bantuan yang lakukan anak dan orangtua.

Ketujuh, Hasil kesepakatan bersama orangtua dan anak dibuat tertulis di area yang mudah dilihat dan dijangkau anak, Ajak anak untuk membuat visualisasinya.

Kedelapan, Perlu ditinjau ulang bila masalah muncul beberapa kali atau setelah periode tertentu, memberi contoh refleksi yang baik pada anak.

Demikian tadi beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam menyusun kesepakatan bersama orangtua dan anak, semoga bermanfaat.

Post a comment

0 Comments