Subscribe Us

Pidato Howard Gardner yang Mengguncang Dunia di Tahun 1984



Pada tahun 1984 silam, Howard Gardner, seorang pakar pendidikan dan psikologi terkenal yang mencetuskan teori tentang kecerdasan majemuk atau multiple intelligences, menyampaikan pidata yang mengguncang dunia pendidikan. Pidato itu ia sampaikan di Hardvard University. Berikut adalah penggalan pidato tersebut yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:



“Suatu pemandangan umum yang dijumpai hampir di mana pun di Amerika Serikat dewasa ini adalah ratusan siswa masuk dalam aula berukuran besar untuk ujian. Mereka duduk dengan gelisah, menunggu bungkusan bersegel diberikan. Pada jam yang sudah ditentukan, buku soal dibagikan, instruksi singkat diberikan, dan ujian formal dimulai. Aula itu sunyi saat siswa di masing-masing bangku memegang pensil 2B dan menghitami lingkaran menjadi jawaban di lembar tersendiri. Beberapa jam kemudian, ujian berakhir dan buku soal dikumpulkan. Beberapa hari kemudian, lembar berisi nilai diumumkan. Hasil ujian pagi itu menjadi faktor yang amat menentukan dalam keputusan masa depan masing-masing siswa.

Masyarakat kita telah menerima model ujian formal sampai tingkat yang berlebihan. Saya percaya bahwa berbagai aspek dari model aktivitas belajar dan penilaian yang saya sebut “belajar dalam konteks”, dapat diperkenalkan kembali dengan memberikan manfaat ke dalam sisem pendidikan kita. Berdasarkan hasil penelitian saya dan rekan Collins, Brown, dan Newman tentang asal-usul tes standar dan pandangan satu dimensi kegiatan mental yang sering merupakan implikasi dari metode pengujian seperti itu, saya menyarankan perlunya pandangan yang lebih luas mengenai pikiran manusia dan mengenai manusia belajar daripada yang diinfokan oleh pemikiran sebelumnya.

Saya yakin, kita harus meninggalkan jauh-jauh macam tes dan berbagai kaitan dengan tes, dan sebagai gantinya mencari sumber informasi yang lebih amaliah tentang bagaimana orang di seluruh dunia mengembangkan kemampuan-kemampuan yang penting bagi hidup mereka. Tugas saya di sini adalah memperkirakan bentuk pendidikan dan model penilaian yang berakar kuat dalam pemahaman ilmiah saat ini dan yang memberikan kontribusi untuk memajukan pendidikan di negeri Amerika yang tercinta ini.”


Pidato pria berkebangsaan Amerika yang lahir pada tanggal 11 Juli 1943 di atas, telah menginspirasi banyak orang, termasuk pada praktisi pendidikan di Indonesia. Ide-idenya telah diteliti dan dikembangkan dalam berbagai literatur modern.

Teori Kecerdasan Majemuk yang dicetuskan oleh Gardner telah menggema secara lantang di dunia pendidikan karena menawarkan model yang berbeda, yakni bertindak sesuai dengan keyakinan bahwa semua anak memiliki kelebihan.

Gardner dalam Frames of Mind, tahun 1983, mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan suatu masalah dengan menciptakan suatu (produk) yang bernilai dalam suatu budaya.

Post a comment

0 Comments